
Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengungkapkan inklusi keuangan di kalangan masyarakat sudah cukup tinggi. Sayangnya, hal tersebut belum diikuti oleh inklusi keuangan syariah.
Airlangga mengungkapkan inklusi keuangan nasional sudah mencapai 93,91%, menandakan masyarakat yang mengakses ekosistem keuangan nasional sudah cukup besar. Namun untuk inklusi keuangan syariah baru mencapai 13,14%. Padahal, literasi masyarakat akan produk keuangan syariah sudah cukup tinggi yakni mencapai 43,07%.
“Inklusi keuangan secara nasional sudah mencapai 93,91%, sedangkan yang syariah masih rendah, masih di 13,14%. Walaupun tingkat literasinya sebetulnya lebih tinggi di 43,07%,” kata Airlangga dalam konferensi persnya, Selasa (8/9/2026).
Dengan masih sedikitnya inklusi keuangan syariah tersebut. Airlangga mengatakan masih ada potensi 14 juta masyarakat yang belum bisa mengakses ekosistem keuangan syariah.
“Jadi terdapat potensi 14 juta masyarakat, baik di pedesaan, di petani, nelayan, maupun UMKM yang perlu di akselerasi untuk masuk ekosistem keuangan formal syariah,” terang Airlangga.
Oleh karena itu, untuk meningkatkan inklusi keuangan syariah, pemerintah akan mengambil beberapa langkah konkrit, terutama untuk melakukan sinergi daripada perbankan syariah dan perbankan konvensional.
Pertama yakni pemerintah akan menginisiasi agar masyarakat memiliki rekening koran, yang dipersiapkan melalui perbankan Himbara, yakni BRI dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
“Kemarin, arahan Presiden (Prabowo) agar setiap warga negara mempunyai rekening koran, yang dipersiapkan adalah melalui Himbara, baik itu BRI maupun Bank Syariah Indonesia. Tentu dengan data yang dimiliki oleh Kementerian Dalam Negeri melalui Dukcapil, diharapkan pada saat warga negara mencapai usia 17 tahun, maka dia akan memperoleh KTP plus nomor rekening,” jelas Airlangga.
Kemudian, pemerintah juga akan mengakselerasi ekosistem sertifikasi halal sehingga masyarakat bisa menggunakan produk halal lebih banyak.
“Ekosistem sertifikasi halal telah tembus 4,4 juta sertifikat. Namun tentu dengan jumlah UMKM yang besar, ini diharapkan juga bisa diakselerasi,” ujarnya.
(haa/haa)
Leave a comment