Home Finance 15 Negara yang Diramal Jadi Macan Asia: RI Nomor Berapa?
Finance

15 Negara yang Diramal Jadi Macan Asia: RI Nomor Berapa?

Share
15 Negara yang Diramal Jadi Macan Asia: RI Nomor Berapa?
Share


Jakarta, CNBC Indonesia – Peta pertumbuhan ekonomi Asia pada 2026 diproyeksikan bergerak dengan kecepatan yang berbeda-beda.

Di tengah tekanan kenaikan biaya energi, ketidakpastian perdagangan, dan risiko geopolitik, sejumlah negara justru diperkirakan mencatat pertumbuhan ekonomi jauh di atas rata-rata kawasan.

Asian Development Bank (ADB), dalam laporan Asian Development Outlook September 2026, memperkirakan ekonomi negara-negara berkembang di Asia dan Pasifik tumbuh 5% secara riil pada 2026. Namun, sejumlah negara diproyeksikan mampu melesat lebih tinggi, didorong oleh sektor unggulan dan karakteristik ekonomi masing-masing.

Taiwan Memimpin, Indonesia di Peringkat 11

Taiwan diproyeksikan menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di antara 18 negara Asia dalam daftar, dengan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil mencapai 11% pada 2026.

Kinerja Taiwan jauh melampaui negara-negara lain di kawasan. Kyrgyzstan menempati posisi kedua dengan proyeksi pertumbuhan 8,9%, disusul Vietnam sebesar 7,8%. India, Uzbekistan, dan Tajikistan sama-sama diperkirakan tumbuh 7%.

 

Indonesia berada di peringkat ke-11 dengan proyeksi pertumbuhan 5,2%. Meski masih berada di atas rata-rata pertumbuhan negara berkembang Asia dan Pasifik, laju ekonomi Indonesia tertinggal dari sejumlah negara dalam daftar.

Malaysia diproyeksikan tumbuh 4,9%, China 4,6%, Hong Kong 4,2%, dan Sri Lanka 4%.



Perbedaan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Asia tidak bergerak seragam. Ada negara yang menikmati dorongan kuat dari industri teknologi, sementara negara lainnya mengandalkan manufaktur, ekspor, investasi, jasa, maupun konsumsi domestik.

[Visualisasi: 18 Ekonomi Asia dengan Pertumbuhan Tercepat pada 2026]

Ledakan AI Jadi Mesin Pertumbuhan Taiwan

Tingginya proyeksi pertumbuhan Taiwan tidak terlepas dari lonjakan investasi teknologi dan permintaan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Ekspansi industri semikonduktor dan rantai pasok teknologi menjadi salah satu faktor yang menopang aktivitas ekonomi Taiwan. Permintaan terhadap teknologi AI turut memberikan dorongan bagi industri yang terhubung dengan produksi cip dan perangkat pendukungnya.

 

Namun, pertumbuhan yang tinggi juga memperlihatkan adanya ketergantungan pada sektor tertentu. Ketika ekspansi teknologi menjadi motor utama ekonomi, kinerja Taiwan akan semakin berkaitan dengan keberlanjutan permintaan global terhadap produk semikonduktor dan teknologi AI.

[Visualisasi: Mesin Pertumbuhan Ekonomi Asia]

Indonesia Masih Mengandalkan Konsumsi Domestik

Berbeda dengan Taiwan, struktur ekonomi Indonesia lebih bertumpu pada permintaan dalam negeri. Konsumsi rumah tangga menjadi salah satu fondasi utama pertumbuhan, seiring peran Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

 

Dengan proyeksi pertumbuhan 5,2% pada 2026, Indonesia masih diperkirakan tumbuh di atas rata-rata negara berkembang Asia dan Pasifik. Namun, posisinya di bawah sejumlah negara dalam daftar memperlihatkan perbedaan sumber dan momentum pertumbuhan ekonomi di kawasan.

Negara-negara dengan proyeksi pertumbuhan tinggi memiliki kombinasi pendorong yang berbeda, mulai dari ekspansi manufaktur dan ekspor hingga investasi serta permintaan domestik. Karena itu, tingginya angka pertumbuhan tidak selalu mencerminkan faktor pendorong yang sama di setiap negara.

Ancaman Geopolitik hingga El Niño

Di balik prospek pertumbuhan tersebut, risiko terhadap ekonomi Asia masih membayangi. ADB memperingatkan potensi tekanan dari eskalasi geopolitik, kondisi keuangan yang lebih ketat, ketidakpastian perdagangan, serta dampak fenomena El Niño.

Bagi Taiwan, tantangan utamanya antara lain konsentrasi pertumbuhan pada sektor teknologi dan rantai pasok AI. Sementara permintaan teknologi meningkat, sektor tradisional seperti tekstil dan plastik tidak selalu menikmati manfaat dalam skala yang sama.

(mae/mae)

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *