Home Finance 40 Ribu Warga Jatim Terjangkit Wabah Influenza A, Begini Kondisinya
Finance

40 Ribu Warga Jatim Terjangkit Wabah Influenza A, Begini Kondisinya

Share
40 Ribu Warga Jatim Terjangkit Wabah Influenza A, Begini Kondisinya
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Kasus infeksi Influenza A tengah mengalami lonjakan di Jawa Timur. Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya mencatat ada lebih dari 40 ribu warga yang telah terpapar sejak Januari hingga Agustus.

Kepala Dinkes Surabaya, dr. Billy Messakh, mengungkapkan bahwa jumlah tersebut kembali mengalami peningkatan pada periode Agustus hingga September ini.

“Jadi peningkatannya, kalau dilihat dari angka, sekitar 10% dan sifatnya ringan. Bergejala seperti panas, badannya lemas, dan ada batuknya. Nah, ini yang lebih cenderung ke Influenza A. Itu yang terjadi,” ujar dr. Billy, dikutip dari Detik.com, Rabu (23/9/2026).

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan rumah sakit yang penuh akibat lonjakan tersebut. Layanan kesehatan setempat juga telah disiagakan untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus.

“Sampai hari ini belum ada rumah sakit yang menyampaikan mereka kewalahan sampai harus menolak pasien. Belum. Tapi kita pantau, dan kalau teman-teman ada informasi, mohon jangan sungkan-sungkan disampaikan kepada kami,” tandasnya.

Kementerian Kesehatan RI mengungkapkan bahwa subtipe Influenza A H3N2 subclade K sejauh ini telah terdeteksi di 13 provinsi di Indonesia.

Mengutip laman Alodokter, Influenza A merupakan salah satu jenis flu yang umum terjadi, namun dapat memicu komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat-khususnya pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.

Penyebarannya terjadi melalui droplet (percikan air liur) dari penderita saat batuk, bersin, maupun berbicara. Droplet tersebut dapat terhirup oleh orang lain atau menempel pada permukaan benda di sekitar penderita. Risiko penularan juga akan meningkat di lingkungan yang padat penduduk atau bagi mereka yang kurang menjaga kebersihan diri.

Gejala, Pencegahan, dan Pengobatan Influenza A

Berikut adalah rangkuman gejala hingga cara penanganannya:

  1. Gejala Gejala Influenza A biasanya muncul secara tiba-tiba dan meliputi demam tinggi, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala, serta tubuh terasa sangat lemas.

  2. Pencegahan dan Pengobatan Pencegahan utama dapat dilakukan dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Selain itu, masyarakat yang merasa kurang sehat atau sedang berada di ruang publik dianjurkan untuk menggunakan masker.

    Pola hidup sehat juga perlu diterapkan, mulai dari mengonsumsi makanan bergizi hingga beristirahat yang cukup. Terkait pengobatan, penanganannya bervariasi tergantung tingkat keparahan gejala:

    • Pada kasus ringan, pasien disarankan untuk memperbanyak istirahat, mencukupi kebutuhan cairan (minimal 8 gelas sehari), dan mengonsumsi obat pereda demam jika diperlukan.

    • Jika gejala memburuk, disertai sesak napas, atau demam tinggi tidak kunjung turun meski sudah minum obat, penderita harus segera berkonsultasi dengan dokter.

Perbedaan Influenza A dan Batuk Pilek Biasa

Berdasarkan penjelasan dari laman Rumah Sakit Mitra Keluarga, batuk pilek biasa dapat dipicu oleh lebih dari 200 jenis virus, dengan rhinovirus sebagai penyebab paling umum. Virus ini menular lewat udara dan kontak dekat.

Sementara itu, Influenza A berasal dari virus tipe spesifik (seperti H1N1 atau mutasinya). Meskipun gejala awalnya hampir mirip dengan batuk pilek biasa, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda:

  • Batuk Pilek Biasa: Gejalanya meliputi bersin, hidung tersumbat atau berair, sakit tenggorokan ringan, batuk, mata berair, post-nasal drip (lendir mengalir ke belakang tenggorokan), sakit kepala ringan, serta pegal-pegal ringan. Gejala ini biasanya berlangsung hingga dua minggu dan jarang memicu masalah kesehatan yang serius.

  • Influenza A: Gejala berkembang jauh lebih cepat dan terasa lebih berat. Penyakit ini berisiko tinggi memicu komplikasi serius, seperti pneumonia, terutama pada anak-anak, lansia, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

(fab/fab)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *