
Daftar Isi
Jakarta, CNBC Indonesia – Berinteraksi dengan orang yang memiliki kepribadian narsistik bukan perkara mudah. Sejumlah ciri yang kerap dikaitkan dengan narsisisme, seperti rasa diri yang berlebihan, merasa lebih unggul, merasa berhak mendapatkan perlakuan khusus, hingga kurangnya empati, dapat memengaruhi hubungan dengan orang di sekitarnya.
Psikolog dan profesor psikologi di California State University, Dr. Ramani Durvasula, yang banyak mempelajari perilaku narsistik, menjelaskan bahwa narsisisme dapat menjadi pola kepribadian maladaptif yang berdampak terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan orang yang berinteraksi dengan mereka.
Dampaknya bahkan dapat terlihat dalam urusan finansial. Menurut Durvasula, orang dengan kecenderungan narsistik dapat menggunakan uang sebagai alat untuk mendapatkan kekuasaan, memanipulasi, atau mengendalikan orang lain.
Berikut lima kebiasaan finansial yang perlu diwaspadai melansir CNBC Make It.
1. Merahasiakan kondisi keuangan
Dalam hubungan romantis, seseorang dengan kecenderungan narsistik dapat bersikap tertutup mengenai kondisi finansial, mulai dari penghasilan, tabungan, hingga utang. Sikap tersebut memungkinkan mereka mengambil keputusan keuangan secara sepihak sekaligus mengendalikan informasi yang diketahui pasangan.
Kalimat seperti, “Biar aku saja yang mengurus keuangan kita supaya kamu tidak perlu stres,” sekilas terdengar seperti bentuk perhatian. Namun, jika dilakukan dengan terus-menerus dan membuat pasangan kehilangan akses terhadap informasi keuangan, kondisi tersebut dapat menjadi masalah.
Pola serupa juga dapat muncul dalam bisnis. Seorang rekan pendiri perusahaan bisa saja mengambil alih seluruh urusan keuangan dengan alasan bahwa rekannya lebih cocok menangani sisi kreatif.
Durvasula menyarankan agar seseorang tetap mengetahui dan terlibat dalam keputusan keuangan yang berdampak langsung pada dirinya. Ketidaktahuan mengenai kondisi keuangan dapat membawa risiko, termasuk masalah pembayaran tagihan atau memburuknya skor kredit.
2. Murah hati hanya demi pencitraan
Orang dengan kecenderungan narsistik juga dapat menggunakan uang untuk membangun citra di depan orang lain.
Mereka mungkin bersedia membayar makan malam mahal bersama teman atau memberikan hadiah mewah agar terlihat dermawan. Namun, sikap tersebut bisa sangat berbeda ketika berada dalam lingkungan pribadi.
Perbedaan antara citra di depan publik dan perilaku sebenarnya dapat membuat pasangan atau orang terdekat merasa frustrasi dan tersisihkan.
Dalam kondisi seperti ini, menjaga kesehatan mental menjadi penting. Menulis jurnal atau berbicara dengan terapis dapat membantu seseorang memahami dan mengolah perasaannya.
Jika perilaku tersebut terus berlangsung dan tidak ada kemauan untuk berubah, menetapkan batasan yang tegas bahkan mempertimbangkan untuk mengakhiri hubungan dapat menjadi pilihan.
3. Pelit untuk kebutuhan pokok, tetapi boros untuk kepentingan pribadi
Salah satu pola yang juga perlu diperhatikan adalah ketidakseimbangan dalam penggunaan uang.
Seseorang dengan kecenderungan narsistik dapat mengeluarkan banyak uang untuk barang yang memberikan kepuasan pribadi, seperti jam tangan atau barang bermerek, tetapi sangat ketat ketika harus mengeluarkan uang untuk kebutuhan dasar seperti makanan, kesehatan, atau perlengkapan rumah tangga.
Dalam kondisi tertentu, pasangan bahkan merasa perlu menyimpan uang secara diam-diam untuk memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi.
Pola tersebut juga dapat terjadi di lingkungan bisnis. Seorang pemilik atau pimpinan perusahaan, misalnya, dapat menekan pengeluaran untuk gaji atau kebutuhan karyawan, tetapi menggunakan dana perusahaan untuk perjalanan mewah atau hotel mahal.
Jika perilaku tersebut mulai mengganggu pemenuhan kebutuhan sehari-hari atau operasional bisnis, komunikasi secara terbuka perlu dilakukan. Namun, penting pula untuk mengevaluasi apakah hubungan tersebut masih sehat dan layak dipertahankan.
4. Menerapkan aturan berbeda untuk dirinya sendiri
Kemunafikan dalam urusan keuangan juga dapat menjadi bagian dari pola perilaku narsistik.
Seseorang mungkin merasa aturan tidak berlaku bagi dirinya, tetapi pada saat yang sama menuntut orang lain untuk mematuhinya.
Dalam hubungan rumah tangga, misalnya, mereka bebas menggunakan uang bersama untuk kebutuhan pribadi, tetapi mengkritik pasangan ketika melakukan pengeluaran yang menurut mereka tidak perlu.
Hal serupa bisa terjadi di tempat kerja. Seorang atasan mungkin menghabiskan banyak uang untuk menjamu bawahannya, tetapi menganggap pengeluaran kecil yang dilakukan karyawan sebagai pemborosan.
Menghadapi perilaku semacam ini secara langsung belum tentu menghasilkan perubahan. Karena itu, penting untuk menyimpan catatan mengenai pengeluaran yang tidak adil atau penggunaan uang yang dianggap bermasalah, terutama jika suatu saat informasi tersebut diperlukan untuk kepentingan hukum atau finansial.
Yang juga penting, setiap orang berhak mengetahui dan memperoleh bagian yang adil dari anggaran yang menjadi tanggung jawab bersama.
5. Menggunakan uang sebagai alat untuk menghukum
Uang juga dapat digunakan sebagai alat kontrol dalam hubungan yang tidak sehat.
Orang dengan kecenderungan narsistik dapat memberikan dukungan finansial ketika keinginannya dipenuhi, tetapi menahannya ketika merasa marah, kecewa, atau ingin menghukum orang lain.
Pola seperti ini dapat menciptakan rasa tidak aman dan membuat seseorang merasa harus mengikuti keinginan pihak lain demi menjaga kestabilan rumah tangga atau bisnis.
Sebagai contoh, seseorang mungkin menjanjikan liburan mewah untuk pasangannya, tetapi setelah terjadi konflik justru menolak menyediakan uang untuk kebutuhan tertentu yang penting.
Untuk menghadapi kemungkinan tersebut, memiliki dana cadangan khusus untuk kebutuhan dasar dapat membantu menjaga kemandirian finansial.
Pada akhirnya, memahami pola penggunaan uang seperti ini bukan berarti setiap perilaku buruk otomatis menunjukkan seseorang memiliki gangguan kepribadian narsistik. Diagnosis narsistic personality disorder hanya dapat dilakukan oleh tenaga profesional kesehatan mental.
Namun, ketika perilaku finansial seseorang secara konsisten digunakan untuk mengontrol, memanipulasi, atau merugikan orang lain, penting untuk mengenali polanya, menjaga batasan, dan memastikan diri tetap memiliki akses terhadap sumber daya keuangan yang dibutuhkan.
(hsy/hsy)
Leave a comment