Jakarta, CNBC Indonesia – Fenomena tak biasa terjadi di Singapura ketika ratusan warga rela mengantre panjang demi mendapatkan durian tanpa dipungut biaya. Antrean bahkan membentang hingga sekitar dua blok di kawasan Tampines, wilayah padat penduduk di bagian timur negara tersebut.
Program pembagian durian gratis itu dilakukan oleh sebuah kios buah bernama Durian Ninja. Mengutip laporan BBC International, kios tersebut membagikan sekitar 600 kilogram durian setiap hari. Kondisi ini menarik perhatian masyarakat, mengingat harga durian yang biasanya cukup mahal kini turun drastis, bahkan sebagian dibagikan cuma-cuma.
Harga durian yang umumnya mencapai sekitar US$20 atau sekitar Rp358 ribu per buah kini merosot hingga setengahnya. Sebagian buah bahkan dilepas secara gratis sebagai dampak melimpahnya pasokan durian dari Malaysia yang membuat pedagang harus mencari cara agar stok tidak terbuang.
Penyebab di Balik ‘Banjir’ Durian
Usut punya usut, kemurahan hati para pedagang ini bukan tanpa alasan. Diskon besar-besaran hingga aksi bagi-bagi durian gratis ini didorong oleh kelebihan pasokan (oversupply) yang terjadi di seberang perbatasan, yaitu di Malaysia.
Malaysia sendiri dikenal sebagai salah satu raksasa produsen durian global, dengan catatan produksi normal mencapai sekitar 550.000 ton per tahun.
Ketika musim panen raya menghasilkan buah yang jauh melebihi kapasitas serapan pasar, para pedagang di Singapura harus memutar otak agar stok durian segar mereka tidak membusuk sia-sia. Menurunkan harga secara drastis hingga membagikannya gratis menjadi strategi jitu untuk menghabiskan stok sekaligus menyenangkan hati pelanggan.
Cherng, 69 tahun, yang sedang mengantre di Singapura, mengatakan kepada BBC bahwa ia makan durian hampir setiap hari. Bagi dia dan keluarganya, ini adalah kesempatan langka untuk menikmati durian berkualitas baik, dan terkadang dengan harga hampir setengah dari harga normal.
Bagi para pencinta durian di Singapura dan Malaysia, kondisi ini menjadi kesempatan langka untuk menikmati “raja buah” dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Mereka pun mulai memadati kios buah tempat durian dijual dengan diskon besar atau, jika beruntung, diberikan secara gratis.
Meski begitu, saat para pecinta durian berpesta, ada para petani Malaysia yang merasa kecewa.
Mereka mengatakan bahwa kelebihan pasokan ini, atau yang oleh banyak orang disebut sebagai “tsunami durian”, adalah hasil dari ledakan selama satu dekade, di mana warga Malaysia berbondong-bondong terjun ke pertanian durian untuk memanfaatkan meningkatnya permintaan dari China.
“Dulu, banyak orang menebang pohon karet atau kelapa sawit mereka untuk diganti menjadi pohon durian. Banyak pohon durian [yang ditanam saat itu] sekarang baru mulai berbuah,” kata Lu Yuee Thing, pemilik beberapa perkebunan durian di dekat kota Raub, Malaysia.
Selama satu dekade terakhir, ekspor durian Malaysia, khususnya ke China, melonjak karena didorong oleh varietas unggulan seperti Musang King, yang dijuluki Hermès-nya durian oleh masyarakat China.
“Seiring popularitas Musang King meningkat, banyak orang terjun ke [pertanian] Musang King”, kata Lee Wah Chong, yang mengelola resor mewah dan perkebunan durian di Malaka.
Banyaknya petani yang menanam varian Musang King mengakibatkan kelebihan pasokan yang efeknya menekan harga di seluruh pasar durian Malaysia dan berdampak pada ekspor.
Desember lalu, Lu menjual durian Musang King-nya kepada pengecer dengan harga rata-rata 13,50 ringgit. Bulan ini, Lu mengatakan dia hanya bisa menjualnya dengan harga setengahnya.
Han mengatakan dia terpaksa memangkas harga Musang King-nya hampir sepertiga, menawarkannya kepada pelanggan dengan harga 50 ringgit per kilogram.
“Tekanan pasar terlalu tinggi bagi saya, saya mencoba untuk menutupi kerugian dengan keuntungan dari buah lain yang ia tanam, seperti pisang,” katanya.
Sementara itu, banyak toko masih memiliki kelebihan stok durian sehingga mereka harus menggunakan promosi kreatif agar buah terjual.
Sebuah kios durian di Pahang, Malaysia, menarik perhatian daring karena promosi “sepuasnya”, di mana pelanggan pulang dengan karung yang penuh hingga meluap dengan durian hanya dengan 100 ringgit.
Di Singapura, tempat Durian Ninja membagikan buah gratis, pemilik kios Kee Eng Chai mengatakan dia ingin memberikan kembali kepada masyarakat.
Durian gratis tersebut langsung habis dalam satu atau dua jam. Sisanya dijual dengan harga serendah S$1 (US$0,80) per buah untuk porsi kecil seukuran telapak tangan.
(fab/fab)
Add
as a preferred
source on Google
Leave a comment