Jakarta, CNBC Indonesia – Insiden mengerikan dialami penumpang pesawat Ryanair. Seorang pria dilaporkan hampir tersedot keluar dari jendela kabin pesawat di tengah penerbangan.
Data pelacakan menunjukkan pesawat berada di udara selama sekitar 10 menit ketika tiba-tiba turun dari ketinggian 9.000 kaki. Para penumpang mengaku mendengar suara semacam ledakan.
Seorang pejabat rumah sakit Yunani mengatakan seorang warga negara Serbia berusia 61 tahun sedang dirawat karena luka bakar akibat gesekan. “Istrinya memegang kakinya selama sekitar lima menit untuk mencegahnya tersedot keluar,” kata Michalis Giannakos, dikutip dari BBC International, Sabtu (11/7/2026).
Dalam sebuah pernyataan, Ryanair mengatakan penerbangan Jumat (10/7) pagi waktu setempat, dari kota Thessaloniki di Yunani ke Memmingen di Jerman, kembali tak lama setelah lepas landas ketika jendela penumpang terlepas di tengah penerbangan.
“Pesawat mendarat normal dan penumpang kembali ke terminal. Seorang penumpang meminta dan menerima bantuan medis di darat di Thessaloniki,” kata maskapai penerbangan bujet asal Irlandia itu.
Ryanair menyiapkan pesawat pengganti untuk membawa penumpang ke Memmingen beberapa jam kemudian.
Para penumpang mengatakan kepada media lokal bahwa pria itu dibiarkan tergantung terbalik di luar jendela hingga setinggi bahunya sebelum penumpang lain berhasil menariknya kembali ke dalam.
Mereka yang berada di dalam pesawat juga mengatakan bahwa jendela tersebut pecah akibat pecahan mesin jet. Ryanair belum memberikan komentar mengenai hal ini.
“Kami langsung menyadari telah terjadi dekompresi. Terdengar teriakan. Sejenak saya pikir seseorang secara tidak sengaja membuka pintu darurat,” kata Christina, seorang penumpang lain, kepada Radio Thessaloniki.
“Masker oksigen berjatuhan dan tercium bau yang menyengat. Kepala dan bahu seorang penumpang berada di luar jendela. Untungnya, dia tidak melepas sabuk pengamannya,” ia menerangkan.
Penumpang lain, Sofia, mengatakan kepada Radio Thessaloniki, ketika masker oksigen berjatuhan, dirinya tidak tahu apa yang akan terjadi. “Kami tidak tahu apakah kami akan selamat. Kami duduk di bagian belakang pesawat, dan kami menyadari telah terjadi semacam ledakan,” menurut kesaksiannya.
“Kami pikir pesawat akan jatuh. Dekompresinya sangat ekstrem. Rasanya seperti kami tidak bisa bernapas. Pria yang terluka itu mengalami pendarahan dan kemudian beberapa kali kehilangan kesadaran, kemungkinan besar karena kekurangan oksigen dan syok,” tambah Sofia.
Michalis Giannakos, presiden Federasi Karyawan Rumah Sakit Umum Panhellenik, kemudian mengatakan bahwa seorang pria Serbia berusia 61 tahun sedang dirawat di rumah sakit karena luka bakar akibat gesekan.
“Dia mengalami syok, tetapi tetap sadar,” tambahnya.
Pesawat tersebut digadang-gadang berusia 18 tahun dan dioperasikan oleh anak perusahaan Ryanair, Malta Air.
Operator bandara Thessaloniki, Fraport Greece, mengatakan insiden tersebut saat ini sedang diselidiki oleh Otoritas Investigasi Keselamatan Udara dan Kereta Api Yunani.
Greece menambahkan bahwa mereka sepenuhnya bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan terkait dan telah mengaktifkan prosedur tanggap darurat yang telah ditetapkan setelah pesawat tersebut terpaksa kembali.
Otoritas Penerbangan Irlandia (IAA) sebelumnya mengatakan kepada BBC International bahwa mereka mengetahui insiden tersebut dan akan memberikan bantuan apa pun kepada para penyelidik.
Chris Brady, seorang pilot maskapai penerbangan yang sudah pensiun, mengatakan kepada BBC bahwa insiden tersebut bisa jadi lebih buruk jika sabuk pengaman tidak dikencangkan.
“Kami, seperti yang selalu dikatakan kapten kepada penumpang, mohon tetap kencangkan sabuk pengaman Anda sebagai tindakan pencegahan selama penerbangan, bahkan ketika kami mematikan tanda sabuk pengaman.
“Dan itu untuk hal seperti ini atau untuk menghadapi turbulensi atau apa pun. Jadi, sebaiknya tetap mengenakan sabuk pengaman,” katanya.
Pada 2018 silam, seorang penumpang meninggal dunia ketika puing-puing dari mesin yang rusak menyebabkan jendela pecah di penerbangan Southwest Airlines di AS, dan sebagian tubuhnya tersedot keluar.
(fab/fab)
Add
as a preferred
source on Google
Leave a comment