
Jakarta, CNBC Indonesia – Permukaan planet Mars kembali menyimpan teka-teki. Rover Curiosity milik Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) mendapati temuan tidak biasa berupa lubang-lubang kecil berukuran lebar namun dangkal di permukaan Planet Merah tersebut.
Kondisi fisik yang tidak biasa ini kontan membuat para ilmuwan kebingungan dan kesulitan menjelaskan bagaimana lubang-lubang misterius itu bisa terbentuk.
Wahana antariksa yang telah aktif mengeksplorasi Mars selama 14 tahun ini menemukan fenomena tersebut saat menyisir Valle Grande. Wilayah ini merupakan lembah luas yang membelah lapisan kaya sulfat di Mount Sharp, sebuah kawasan di pusat Kawah Gale (Gale Crater).
Sebetulnya, keberadaan lubang maupun permukaan berlubang di Mars bukanlah hal baru. Kendati demikian, lubang-lubang anyar yang ditemukan Curiosity kali ini memiliki karakteristik yang jauh berbeda dari cekungan-cekungan kecil yang sudah dikenal sebelumnya.
Secara umum, lubang kecil pada batuan dasar Mars biasanya terbentuk ketika kerikil atau nodul mineral yang tertanam di batuan lunak memiliki ketahanan lebih baik terhadap erosi. Ketika material tersebut akhirnya lapuk dan terlepas, rongga kecil pun tertinggal.
Namun, pada temuan terbaru ini, para peneliti tidak menemukan adanya sisa kerikil atau nodul mineral di sekitar lubang yang bisa menjadi petunjuk keberadaannya. Bentuknya pun terbilang tidak lazim: relatif lebar, tetapi sangat dangkal.
Tak ingin berspekulasi, tim ilmuwan Curiosity langsung bergerak cepat melakukan investigasi lebih dekat. Instrumen canggih Mars Hand Lens Imager (MAHLI) dikerahkan untuk memotret lubang dari jarak dekat. Sementara itu, kamera Mastcam merekam gambar stereo yang saling bertumpuk di area sekitar untuk keperluan pemetaan.
Mengutip laporan ScienceAlert, para ilmuwan kemudian menggabungkan rangkaian citra tersebut guna merekonstruksi model tiga dimensi (3D) permukaan Mars. Melalui model ini, mereka dapat mengukur dimensi bentuk dan kedalaman lubang secara akurat demi memecahkan misteri pembentukannya.
Misi Pendakian Mount Sharp Terus Berlanjut
Temuan ini kian menambah daya tarik misi Curiosity, yang saat ini memang tengah menjelajahi medan baru. Sebelumnya, rover andalan NASA ini menghabiskan waktu berbulan-bulan mempelajari lanskap boxwork-sebuah medan berpola mirip jaring yang terdiri dari punggungan mineral tahan erosi, diyakini terbentuk akibat rembesan air tanah miliaran tahun lalu.
Kini, Curiosity terus merayap lebih tinggi di lereng Mount Sharp, menelusuri lapisan batuan kaya sulfat tepat di atas wilayah boxwork. Lapisan-lapisan batuan ini menunjukkan dinamika perubahan yang menarik, mulai dari variasi tekstur, komposisi kimia, hingga tingkat ketahanan terhadap erosi seiring bertambahnya ketinggian.
Perjalanan ambisius ini juga mencatatkan tonggak sejarah baru. Pada akhir Agustus 2026, wahana antariksa tersebut sukses mendaki dengan selisih ketinggian mencapai 1.000 meter (sekitar 3.280 kaki).
Sebagai informasi, Mount Sharp sendiri menjulang megah hingga sekitar 5,5 kilometer (3,4 mil) di atas dasar Kawah Gale. Tumpukan lapisan sedimen di gunung ini merekam jejak sejarah geologi Mars dari berbagai era.
Dengan metode pendakian bertahap, Curiosity dapat membaca “buku sejarah” tersebut untuk mengungkap transisi iklim Mars: bagaimana planet yang dulunya basah dan kaya air perlahan berubah menjadi dunia kering seperti sekarang.
Di samping teka-teki lubang misterius, tim peneliti juga mencatat adanya perubahan visual yang begitu cepat pada lapisan batuan yang saling berurutan. Beberapa lapisan berwarna abu-abu tampak lebih kasar dengan tingkat ketahanan erosi yang berbeda drastis dari material sekitarnya.
Sebagai tindak lanjut, Curiosity telah diarahkan untuk memindai dan menghimpun data komposisi kimia batuan tersebut. Kendati demikian, teka-teki utama mengenai asal-usul lubang misterius ini masih memerlukan analisis data yang jauh lebih mendalam dari tim peneliti di Bumi.
Bagaimana menurut Anda, apakah fenomena ini berkaitan dengan sisa-sisa aktivitas purba di Mars?
(fab/fab)
Leave a comment