
Jakarta, CNBC Indonesia – Belum lama sejak peluncurannya, iPhone 18 terbaru telah mendapatkan ancaman pemboikotan. Para aktivis menyerukan kampanye tersebut karena adanya kekhawatiran soal sumber mineral yang digunakan dalam perangkat.
Seruan pemboikotan disuarakan Team Congo, kelompok terkait isu Kongo. Mereka membagikan unggahan Instagram yang berjudul ‘Mengapa Memboikot iPhone 18?’.
Menurut Team Congo, mineral seperti kobalt dan tantalum digunakan dalam pembuatan perangkat elektronik, termasuk smartphone. Republik Kongo menjadi tempat utama sejumlah mineral tersebut.
Lebih lanjut, kelompok tersebut juga mengatakan perdagangan mineral secara ilegal telah mendanai kelompok bersenjata di wilayah Kongo. Ini berkontribusi pada kekerasan, pengungsian dan pekerja anak.
Team Congo meminta konsumen mempertimbangkan seberapa sering mengganti perangkatnya. Misalnya menggunakan ponsel selama mungkin dan mempertimbangkan membeli HP bekas atau yang telah diperbarui, dikutip dari ABP Live, Senin (21/9/2026).
Konsumen juga perlu menanyakan pada diri sendiri apakah benar-benar butuh membeli HP baru. Selain itu pertanyakan asal usul dan rantai pasokan dalam perangkat dan hindari membeli produk elektronik lebih banyak dari yang dibutuhkan.
Apple sendiri membantah pabriknya secara langsung ataupun tidak membiayai atau menguntungkan kelompok bersenjata di Kongo maupun negara-negara tetangga lainnya. Perusahaan juga mengakui kesulitan melacak mineral tertentu dalam rantai pasokan.
Aktivis iklim Greta Thunberg dilaporkan membagikan postingan itu dalam Instagram Story. Namun hingga kini dia belum mengeluarkan pernyataan terpisah mengenai pemboikotan.
(dem/dem)
Leave a comment