
Jakarta, CNBC Indonesia – Kebiasaan kencing berdiri yang dianggap lumrah oleh banyak pria ternyata tidak selalu yang paling sehat. Seorang ahli urologi menegaskan, duduk saat buang air kecil justru lebih baik bagi kesehatan kandung kemih dan saluran kencing, dikutip Selasa (13/10/2026).
Menurut konsultan bedah urologi, Gerald Collins, saat berdiri otot-otot di dasar panggul menegang. Hal ini membuat pengeluaran urin tidak selancar dan selengkap jika duduk. Ketika duduk, otot-otot tersebut rileks, sehingga urin mengalir lebih cepat dan kandung kemih benar-benar kosong.
“Posisi duduk membantu mengosongkan kandung kemih lebih efisien,” jelasnya.
Sisa urin yang tertinggal di dalam kandung kemih dapat memicu masalah seperti, infeksi saluran kencing, batu kandung kemih, dan tekanan pada ginjal.
Manfaat duduk makin terasa saat pria menua. Pembesaran prostat adalah hal yang sangat umum terjadi yaitu lebih dari 90% pria berusia di atas 80 tahun mengalaminya. Kondisi ini menyempitkan saluran kencing sehingga urin cenderung tersisa di kandung kemih jika dikeluarkan sambil berdiri.
Bagi pria dengan gangguan saluran kencing akibat pembesaran prostat, posisi duduk adalah posisi terbaik untuk buang air kecil. Pada pria sehat memang belum terlihat perbedaan signifikan, namun kebiasaan ini bermanfaat sebagai pencegahan sejak dini.
Selain manfaat kesehatan, duduk juga membuat percikan air jauh lebih sedikit. Tandon percikan yang berceceran tidak hanya mengotori kamar mandi, tetapi juga menyebarkan kuman.
Survei menunjukkan perbedaan mencolok antarnegara.
Di Amerika Serikat, hanya 10 persen pria yang menyatakan selalu buang air kecil duduk dan 31 persen bahkan mengaku selalu kencing berdiri. Sebaliknya, di Jerman, mayoritas laki-laki menyatakan mereka selalu kencing duduk.
(dem/dem)
Leave a comment