
Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat pola pergerakan Unusual Market Activity (UMA) atas PT Lima Dua Lima Tiga Tbk. (LUCY) dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) mulai Selasa, (20/10/2026). Emiten tersebut dipantau karena terjadi kenaikan harga saham yang tidak wajar.
Mengutip keterbukaan informasi BEI, saham tersebut bergerak di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi investor, khususnya pemegang saham kedua emiten tersebut.
“Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” tulis manajemen BEI, dikutip dari laman resminya.
“Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham LUCY tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” tulisnya.
Mengutip data pasar, saham LUCY bergerak turun 9,91% ke angka Rp100 per saham pada pembukaan perdagangan hari ini. Di sisi lain, saham emiten restoran ini turun 72.38% selama satu bulan. Sementara dalam year to date naik 82.76%.
Dengan pengumuman ini, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja emiten dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action emiten apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.
Sama halnya dengan LUCY, BEI juga memberi perhatian khusus bagi saham VKTR karena adanya volatilitas transaksi yang dianggap tak wajar.
Selama perdagangan hari ini, saham VKTR turun 3,45% di di level Rp336. Adapun saham Grup Bakrie ini terpantau turun 46.59% dalam periode bulanan, dan telah turun 57.92% selama year to date (YTD).
(fsd/fsd)
Leave a comment