Home Finance Gajah Bawa 650 Kg Emas Ngamuk di Jalanan, Warga Berhamburan
Finance

Gajah Bawa 650 Kg Emas Ngamuk di Jalanan, Warga Berhamburan

Share
Gajah Bawa 650 Kg Emas Ngamuk di Jalanan, Warga Berhamburan
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Seekor gajah mengamuk saat festival keagamaan Hindu di India. Hewan tersebut bahkan melempar singgasana suci berlapis emas seberat 650 kilogram yang berada di punggungnya hingga merusak mobil dan bangunan di sekitarnya.

Insiden tersebut terjadi dalam perayaan Navaratri, festival suci umat Hindu yang berlangsung selama 10 hari di negara bagian Karnataka, India bagian barat daya.

Melansir Brisbane Times, rekaman video memperlihatkan warga berlarian menyelamatkan diri ketika gajah tersebut mulai mengamuk. Petugas berusaha mengendalikan hewan itu sebelum akhirnya melemparkan singgasana emas yang dibawanya.

Singgasana tersebut dikenal sebagai Golden Howdah, yakni struktur berat berlapis emas dan dihiasi batu permata yang digunakan untuk membawa patung Dewi Chamundeshwari dalam prosesi keagamaan. Gajah bernama Somananna itu sebelumnya dipilih dari ribuan gajah untuk memimpin prosesi utama festival Navaratri.

Belalainya bahkan telah dihiasi lukisan rumit berwarna merah dan emas sebagai bagian dari persiapan upacara. Namun, suasana perayaan berubah menjadi kepanikan ketika gajah tersebut kehilangan kendali.

Selain melemparkan singgasana emas, hewan itu juga membalikkan sebuah mobil dan merusak bangunan di sekitarnya. Petugas akhirnya berhasil menenangkan Somananna menggunakan obat penenang. Menurut pejabat setempat, gajah tersebut kini dalam masa pemulihan di sebuah kuil terdekat.

Menteri Kehutanan, Ekologi, dan Lingkungan Hidup Karnataka, Ramalinga Reddy mengatakan, ke depannya gajah yang akan mengikuti prosesi serupa harus menjalani pelatihan setidaknya selama 20 hari. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko insiden serupa dalam penyelenggaraan festival keagamaan yang melibatkan gajah.

Insiden tersebut kembali menyoroti persoalan konflik antara manusia dan gajah di India yang dalam beberapa tahun terakhir semakin mengkhawatirkan. Pada Januari, petugas kehutanan India melakukan pencarian terhadap seekor gajah yang dilaporkan menewaskan 22 orang dalam serangkaian serangan di kawasan hutan dan permukiman Distrik West Singhbhum, negara bagian Jharkhand, India timur.

Meningkatnya konflik antara manusia dan gajah antara lain dipicu oleh deforestasi serta perluasan permukiman yang memasuki jalur migrasi alami satwa tersebut. Sekitar 10% jalur aman migrasi gajah dilaporkan sudah tidak tersedia. Kondisi ini membuat gajah semakin sering memasuki lahan pertanian dan permukiman untuk mencari makanan maupun air.

Berdasarkan data pemerintah India, lebih dari 2.800 orang meninggal dunia akibat pertemuan dengan gajah sepanjang 2019 hingga 2023. Dari jumlah tersebut, hampir 630 kematian tercatat pada 2023.

Konflik ini juga berdampak terhadap populasi gajah. Menurut World Wildlife Fund (WWF), rata-rata lebih dari 100 gajah liar mati setiap tahun akibat aktivitas manusia, termasuk tersengat listrik, tertabrak kereta api, hingga diracun sebagai bentuk pembalasan.

Untuk mengurangi risiko tersebut, sejumlah desa di India, termasuk di negara bagian Andhra Pradesh, mulai menggunakan sistem peringatan dini berbasis kecerdasan buatan (AI). Teknologi tersebut digunakan untuk mendeteksi keberadaan gajah yang mendekati permukiman sehingga warga dapat memperoleh peringatan lebih awal.

Secara global, populasi gajah liar diperkirakan mencapai 500.000 hingga 530.000 ekor, yang terbagi dalam tiga spesies utama. Jumlah tersebut mencakup sekitar 350.000 gajah sabana Afrika, 135.000 gajah hutan Afrika, dan sekitar 45.000 gajah Asia.

(hsy/hsy)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *