Home Finance Adik Kim Jong Un Ancam Korsel, Korut Siap Nyalakan Radio Perang
Finance

Adik Kim Jong Un Ancam Korsel, Korut Siap Nyalakan Radio Perang

Share
Adik Kim Jong Un Ancam Korsel, Korut Siap Nyalakan Radio Perang
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Korea Utara (Korut) kembali meningkatkan tekanan terhadap Korea Selatan (Korsel) dengan mengancam mengaktifkan pengeras suara propaganda di sepanjang perbatasan dalam beberapa hari ke depan. Kim Yo Jong, adik Kim Jong Un, memperingatkan Seoul akan menghadapi situasi paling mengerikan jika terus mencampuri urusan Pyongyang.

Melansir Reuters, Kamis (22/10/2026), Kim menyampaikan ancaman tersebut setelah meninjau sejumlah lokasi pertahanan bersama pejabat tinggi militer. Ia mengatakan unit-unit taktis Korea Utara telah menempati posisi baru dan pengeras suara akan disiapkan paling lambat akhir Oktober, sembari menuduh pasukan Korea Selatan melakukan siaran peringatan dan melepaskan tembakan di dekat perbatasan.

Ketegangan juga meningkat akibat ancaman militer kedua pihak. Kim memperingatkan pasukan Korea Utara akan “melenyapkan tanpa ampun” pasukan Korea Selatan apabila tembakan peringatan Seoul menimbulkan kerugian atau kerusakan di wilayah maupun terhadap personel Korea Utara.

Sebaliknya, Korea Selatan menyebut tembakan tersebut sebagai “langkah yang sah dan bersifat defensif”.

Ancaman terbaru ini menjadi tantangan bagi Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung, yang berupaya mengurangi permusuhan sejak menjabat pada Juni tahun lalu. Pemerintahannya sebelumnya menghentikan siaran propaganda melalui pengeras suara dan membongkar perangkat permanen di sepanjang perbatasan sebagai langkah membangun kepercayaan.

Korea Utara kemudian turut menghentikan siaran yang ditujukan ke Korea Selatan.

Pengeras suara telah lama menjadi alat propaganda kedua Korea. Seoul kerap menyiarkan musik K-pop dan berita yang membuat Pyongyang geram, sementara Korea Utara menggunakan siaran tandingan. Aktivitas tersebut menjadi salah satu sumber ketegangan di zona demiliterisasi (DMZ), wilayah yang memisahkan kedua negara sejak Perang Korea berakhir dengan gencatan senjata pada 1953.

Sejak 2024, Korea Utara juga memperkuat sisi DMZ dengan memasang ranjau, penghalang, dan pagar untuk membentuk apa yang disebutnya sebagai perbatasan permanen. Korea Selatan menuding ranjau yang dipasang dalam kegiatan tersebut memicu ledakan bulan lalu hingga menyebabkan dua tentaranya terluka serius. Pyongyang membantah bertanggung jawab dan menyebut tuduhan itu sebagai rekayasa Seoul.

Meski demikian, ancaman Kim belum tentu berarti pengeras suara akan segera diaktifkan. Lim Eul-chul, profesor di Universitas Kyungnam, Seoul, menilai pernyataan tersebut menempatkan pemerintahan Lee dalam “dilema yang sangat besar”, yakni mempertahankan kebijakan keterlibatan damai atau mengambil langkah untuk membendung aktivitas militer Korea Utara yang semakin agresif di perbatasan.

Pyongyang sendiri masih menolak melanjutkan dialog dengan Seoul dan justru menyebut Korea Selatan sebagai negara yang bermusuhan. Jika pengeras suara kembali diaktifkan, langkah tersebut berpotensi memperburuk ketegangan di perbatasan dan semakin mempersulit upaya Lee untuk memulihkan hubungan antar-Korea.

(tfa/luc)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *