Home Finance AS Babak Belur Dihajar Iran, Negara Tekor Rp587 Triliun
Finance

AS Babak Belur Dihajar Iran, Negara Tekor Rp587 Triliun

Share
AS Babak Belur Dihajar Iran, Negara Tekor Rp587 Triliun
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Gempuran mematikan Iran dilaporkan telah merusak dan menghancurkan ratusan bangunan serta struktur di berbagai pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah, termasuk menghancurkan puluhan armada pesawat AS hingga akhir Juni lalu.

Mengutip CNBC International, Selasa (15/9/2026), Departemen Pertahanan AS (Pentagon) mencatat bahwa perang melawan Iran telah menelan biaya fantastis yang diperkirakan mencapai US$33,4 miliar (Rp587,84 triliun) per 29 Juni. Data mengerikan ini diungkapkan secara rinci dalam laporan Inspektur Jenderal Utama kepada Kongres pada hari Senin, yang secara khusus melacak dampak konflik tersebut hingga akhir Juni.

Beban kerugian selangit tersebut turut mencakup kerusakan fisik senilai US$184 juta (Rp3,23 triliun) pada berbagai fasilitas diplomatik AS yang tersebar di empat negara, yakni Irak, Kuwait, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Lebih lanjut, besarnya skala perang ini nyatanya juga telah menguras habis gudang senjata militer Washington secara memprihatinkan.

“Pengeluaran amunisi AS selama konflik telah mengakibatkan kekurangan persediaan strategis dan mengungkap hambatan basis industri untuk pasokan ulang amunisi,” papar laporan tersebut.

Tepat sebelum perilisan laporan yang memberatkan itu, Presiden AS Donald Trump mencoba meredam kepanikan publik dengan mengunggah sebuah pernyataan di media sosial yang membanggakan kapasitas industri pertahanan negaranya.

“AS memproduksi lebih banyak Senjata Istimewa dan Elit daripada waktu mana pun dalam Sejarah kita,” tegasnya.

Meski demikian, laporan itu dengan gamblang merinci daftar kerugian alutsista yang memukul telak supremasi udara AS. Jet tempur mutakhir generasi kelima F-35A dilaporkan rusak akibat tembakan musuh, yang sekaligus menandai pertama kalinya pesawat jenis tersebut mengalami kerusakan dalam pertempuran nyata. Tak hanya itu, empat jet tempur F-15E dan sebuah pesawat serang darat A-10 juga dipastikan hancur pada akhir Juni.

Sebagai gambaran kerugian finansial, Angkatan Udara AS mencatat bahwa satu unit jet siluman F-35A dibanderol seharga US$92 juta (Rp1,61 triliun). Sementara itu, jet tempur F-15E menelan biaya produksi sebesar US$31,1 juta (Rp547,36 miliar) pada tahun 1998 silam.

Selain jet tempur bernilai triliunan rupiah tersebut, armada udara AS juga harus menelan pil pahit dengan rusaknya atau hancurnya tujuh pesawat pengisian bahan bakar udara jenis KC-135. Bencana militer ini kian lengkap dengan hilangnya tujuh unit helikopter tempur dan lebih dari 30 pesawat tak berawak (drone) di medan perang.

(tps/luc)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *