
Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan pada perdagangan sesi I hari ini, Rabu (19/8/2026). Pelemahan terjadi setelah saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) anjlok signifikan usai memberikan klarifikasi terkait rumor aksi korporasi.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 12.00 WIB IHSG turun 38,63 poin atau 0,60% ke level 6.411,19. IHSG dibuka di level 6.408,18 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.490 serta terendah 6.373. Total transaksi hari ini mencapai Rp7,35 triliun, melibatkan 21,43 miliar saham yang berpindah tangan dalam 1,31 juta kali transaksi. Sebanyak 233 saham menguat, 361 saham melemah, dan 191 saham stagnan.
Salah satu penekan utama indeks datang dari saham BYAN yang ambles 6,95% ke level Rp16.075, setelah pada perdagangan sebelumnya justru melesat 19,97%. Koreksi ini terjadi usai manajemen BYAN mengklarifikasi bahwa perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan sekitar 62,2% saham perseroan oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, seperti yang sempat beredar di pasar.
Selain sentimen BYAN, pelaku pasar juga bersikap wait and see menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan hari ini, dengan konsensus memperkirakan BI Rate akan ditahan di level 5,75%. Dari eksternal, ketegangan di Timur Tengah terkait status Selat Hormuz turut mendorong kenaikan harga minyak dunia.
Sejalan dengan pelemahan indeks tersebut, berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing tercatat membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp371,31 miliar di seluruh pasar (all market) sepanjang sesi I hari ini.
Secara keseluruhan, nilai transaksi asing pada sesi I mencapai Rp3,83 triliun, dengan rincian foreign buy sebesar Rp1,73 triliun dan foreign sell Rp2,10 triliun.
Aksi jual asing terbesar terjadi pada PT Astra International Tbk. (ASII) dengan nilai mencapai Rp49,01 miliar. Di posisi berikutnya terdapat PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) yang dilepas asing senilai Rp41,34 miliar, disusul PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) sebesar Rp39,62 miliar.
Selain itu, investor asing juga melakukan aksi jual pada PT Indosat Tbk. (ISAT) sebesar Rp35,45 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) Rp28,19 miliar, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) Rp27,95 miliar.
Tekanan jual juga terlihat pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) sebesar Rp25,08 miliar, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) Rp24,79 miliar, serta PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) Rp22,95 miliar.
Di sisi lain, sejumlah saham masih menjadi buruan investor global. PT Timah Tbk. (TINS) menjadi saham yang paling banyak dikoleksi asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp109,19 miliar, disusul PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) senilai Rp61,80 miliar.
Selanjutnya, asing juga memborong PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) sebesar Rp11,08 miliar, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) Rp7,98 miliar, serta PT Petrosea Corp Tbk. (PSAB) Rp7,79 miliar.
Berikut daftar net foreign buy dan net foreign sell investor asing pada perdagangan sesi I Rabu (19/8/2026).
Net Foreign Buy
PT Timah Tbk. (TINS) – Rp109,19 miliar
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) – Rp61,80 miliar
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) – Rp11,08 miliar
PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) – Rp7,98 miliar
PT Petrosea Corp Tbk. (PSAB) – Rp7,79 miliar
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) – Rp7,12 miliar
PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) – Rp6,63 miliar
PT Elnusa Tbk. (ELSA) – Rp6,53
miliar PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) – Rp6,42 miliar
PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO) – Rp6,02 miliar
Net Foreign Sell
PT Astra International Tbk. (ASII) – Rp49,01 miliar
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) – Rp41,34 miliar
PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) – Rp39,62 miliar
PT Indosat Tbk. (ISAT) – Rp35,45 miliar
PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) – Rp28,19 miliar
PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) – Rp27,95 miliar
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) – Rp25,08 miliar
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) – Rp24,79 miliar
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) – Rp22,95 miliar
PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. (KIJA) – Rp22,52 miliar
(fsd/fsd)
Leave a comment