
Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia baru saja meresmikan kilang Liquefied Petroleum Gas (LPG) Cilamaya, Karawang, Jawa Barat.
Kilang LPG Cilamaya ini merupakan milik PT Energi Nusantara Perkasa (ENP) bekerjasama dengan PT Euroasiatic Jaya. PT ENP adalah perusahaan yang mengolah gas bumi menjadi LPG dan kondensat.
Kilang ini memiliki nilai investasi US$ 36,9 juta atau Rp644,5 miliar dengan kapasitas produksi sebesar 160 metrik ton per hari atau setara dengan 52.800 ton per tahun. Adapun produksi kondensat menghasilkan 320 BBL atau setara dengan 105.600 barrel per tahun.
Bahlil menguraikan, bahwa kapasitas LPG di Indonesia tidak lebih dari 8 juta ton. Maka dari itu, untuk memenuhi kebutuhan Indonesia masih melakukan impor LPG sebanyak 7 juta – 8 juta ton per tahun.
Saat ini, Indonesia memang melakukan ekspor gas, hanya saja spesifikasi ekspor gas tersebut untuk Liquefied Natural Gas (LNG) atau berbahan baku C1-C2. “Tidak cocok untuk LPG. Jadi saya apresiasi Pertamina, PT ENP yang memberikan kontribusi terbaik untuk ibu Pertiwi,” terang Bahlil dalam peresmian Kilang LPG Cilamaya, Kamis (15/10/2026).
Kilang LPG Cilamaya ini diramal bisa memenuhi sebanyak 10% kebutuhan konsumsi LPG di wilayah Jawa Barat dan Jakarta yang kurang lebih mencapai 1.000 ton – 1.500 ton per hari. “Hari ini kita lakukan peresmian 160 ton, itu berarti 10% konsumsi LPG Jabar dan Jakarta bisa dipenuhi dari Kilang ini,” ungkap Bahlil.
“Dengan mengucapkan Bismillah, hari ini tanggal 15 Oktober saya mengajak kita semua untuk mendoakan peresmian Kilang LPG, berjalan dengan baik. Terima kasih,” terang Bahlil.
Dirut PT Energi Nusantara Perkasa, Sarjono menguraikan, LPG Cilamaya didesain dengan kapasitas terpasang 40 MMSCF dengan allowance design adalah 10%. “Jadi kira-kira maksimum kapasitas adalah 44 MMSCF. LPG yang diproduksi adalah 160 LPG per hari atau setara dengan 52.800 ton per tahun. Kemudian kondensat menghasilkan 320 BBL atau setara dengan 105.600 barrel per tahun,” terang Sarjono, Kamis (15/10/2026).
Sarjono mencatat, total investasi LPG Cilamaya adalah US$ 36 juta, dengan detail US$ 24 juta nilai aset dan pemindahan US$ 12 juta.
“Kilang ini dibangun dengan menggunakan kombinasi teknologi mechanical refrigerated dan turbo expander dalam rangka adalah untuk mengoptimalkan atau memperbesar yield recovery daripada LPG extraction,” tutup Sarjono.
Dengan hadirnya kilang LPG Cilamaya memiliki dua fasilitas pengolahan LPG dengan total kapasitas terpasang adalah 140 MMSCF, yaitu terdiri dari Gresik dan Cilamaya.
(pgr/pgr)
Leave a comment