
Jakarta, CNBC Indonesia – Pusat Seni Pertunjukan John F. Kennedy (Kennedy Center) di Amerika Serikat dilaporkan tengah berada di jurang kebangkrutan dan terancam ditutup secara permanen paling cepat pada hari Selasa pekan ini. Krisis keuangan yang parah memaksa institusi tersebut mempertimbangkan langkah drastis, yakni memasang nama Presiden Donald Trump di fasad gedung demi mendapatkan dana talangan penyelamatan.
Mengutip Reuters, Senin (14/9/2026), laporan The Washington Post yang didasarkan pada dokumen internal dewan pengawas mengungkapkan bahwa para pimpinan Kennedy Center yang ditunjuk oleh Trump menilai pencantuman nama tersebut sebagai jalan keluar terakhir untuk bertahan hidup.
“Menempatkan nama presiden di fasad gedung mungkin menjadi satu-satunya cara untuk menghindari keruntuhan fiskal yang pasti,” paparnya dalam laporan dokumen tersebut.
Laporan darurat yang disiapkan menjelang pertemuan krusial pada hari Selasa itu mengeklaim bahwa dalam beberapa minggu ke depan, institusi seni bergengsi tersebut dipastikan tidak akan mampu lagi membayar gaji karyawan maupun menutupi tagihan biaya perawatan gedung. Di sisi lain, Trump disebut bersedia turun tangan membantu menyelamatkan keuangan Kennedy Center asalkan keterlibatannya diakui secara publik.
Manuver ini mewakili fase baru yang luar biasa dalam proses pengambilalihan Kennedy Center oleh Trump. Pasalnya, institusi tersebut sejatinya justru mulai dilanda gejolak keuangan hebat, perombakan kepemimpinan, dan rentetan proses pengadilan sejak Trump mengangkat dirinya sendiri sebagai ketua pada tahun lalu.
Ironisnya, laporan tersebut juga menyoroti bahwa keterlibatan Trump di Kennedy Center, termasuk wacana penambahan namanya ke gedung tersebut, telah menjadi bumerang. Sentimen publik terhadap manuver politik ini terbukti sangat merusak upaya penggalangan dana dan memukul telak angka penjualan tiket pertunjukan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola Kennedy Center belum memberikan tanggapan resmi terkait ancaman kebangkrutan maupun proposal pergantian nama yang memicu kontroversi tersebut.
(tps/luc)
Leave a comment