Home Finance Bank Sentral Global Masih Rajin Beli Emas, China Borong 20 Ton
Finance

Bank Sentral Global Masih Rajin Beli Emas, China Borong 20 Ton

Share
Bank Sentral Global Masih Rajin Beli Emas, China Borong 20 Ton
Share


Jakarta, CNBC Indonesia – Bank-bank sentral dunia terus memperbesar cadangan emas di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global. China menjadi pembeli terbesar pada Agustus 2026, sementara Polandia masih memimpin akumulasi emas sepanjang tahun berjalan.

Berdasarkan laporan terbaru World Gold Council (WGC) yang dirilis Selasa (6/10/2026), bank sentral global mencatat pembelian bersih (net buying) emas sebanyak 39 ton sepanjang Agustus 2026.

Pembelian tersebut membuat total akumulasi bersih yang dilaporkan sejak awal tahun hingga Agustus mencapai 170 ton.

Menurut WGC, aktivitas pembelian emas masih didominasi negara-negara yang telah menjalankan strategi akumulasi cadangan selama beberapa tahun terakhir. Hal ini menunjukkan pembelian emas bank sentral tidak semata dipengaruhi pergerakan pasar jangka pendek, tetapi juga kebutuhan pengelolaan cadangan devisa dalam jangka panjang.


China Borong 20 Ton Emas dalam Sebulan

People’s Bank of China (PBoC) menjadi pembeli emas terbesar pada Agustus 2026 dengan tambahan cadangan sebanyak 20,2 ton. Pembelian tersebut memperpanjang tren akumulasi emas China menjadi 22 bulan berturut-turut.

Secara kumulatif, China telah menambah sekitar 80 ton emas sejak awal tahun hingga Agustus. Total cadangan emasnya mencapai sekitar 2.387 ton atau setara 9% dari keseluruhan cadangan devisa negara tersebut.

Langkah China memperbesar kepemilikan emas sejalan dengan upaya diversifikasi cadangan devisa dan mengurangi ketergantungan terhadap aset berbasis dolar AS. Emas dinilai dapat membantu menjaga nilai cadangan di tengah ketidakpastian geopolitik, kekhawatiran terhadap kondisi fiskal AS, serta volatilitas pasar keuangan global.

Mengutip Kitco, bank sentral China juga semakin agresif menambah cadangan ketika harga emas mengalami koreksi. Pembelian berlanjut pada September dengan tambahan sekitar 21 ton, menjadi pembelian bulanan terbesar dalam tiga tahun terakhir sekaligus memperpanjang tren akumulasi menjadi 23 bulan berturut-turut.

Besarnya permintaan emas juga tercermin dari pasar investasi global. Menurut World Gold Council, kepemilikan emas oleh exchange-traded funds (ETF) global mencapai rekor 4.189 ton pada Agustus 2026, setelah bertambah 121 ton dalam sebulan. Kondisi ini menunjukkan meningkatnya minat investor terhadap emas di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Polandia Masih Jadi Raja Pembeli Emas 2026

Selain China, sejumlah bank sentral juga terus menambah cadangan emasnya. Uzbekistan dan Polandia masing-masing membeli sekitar 8 ton pada Agustus, disusul Kazakhstan sebanyak 7 ton.

Meski China memimpin pembelian bulanan, Polandia masih menjadi pembeli emas terbesar sepanjang Januari-Agustus 2026 dengan akumulasi mencapai 98 ton. Total cadangan emas negara tersebut kini mencapai 648 ton, semakin mendekati target bank sentral sebesar 700 ton.

Uzbekistan juga mencatat pembelian hampir 50 ton sepanjang tahun berjalan. Cadangan emasnya mencapai sekitar 439 ton atau setara 90% dari total cadangan devisa negara tersebut.

Sementara itu, Kazakhstan telah menambah hampir 36 ton emas sejak awal tahun, sehingga total cadangannya mencapai 377 ton. Emas kini menyumbang sekitar 79% dari keseluruhan cadangan devisanya.

Republik Ceko turut melanjutkan tren pembelian emas selama 42 bulan berturut-turut. Bank sentral negara tersebut membeli sekitar 2 ton pada Agustus, sehingga akumulasi sepanjang 2026 mencapai 14 ton.

Rusia dan Yordania Justru Jual Emas

Di tengah tren pembelian, sejumlah bank sentral justru mengurangi cadangan emasnya.

Bank Sentral Rusia menjadi penjual terbesar pada Agustus dengan melepas sekitar 6 ton emas. Sepanjang Januari-Agustus 2026, Rusia telah mencatat penjualan bersih 56 ton, sehingga total cadangannya menjadi 2.271 ton.

Yordania juga menjual sekitar 3 ton emas pada Agustus. Meski demikian, negara tersebut masih membukukan pembelian bersih 2 ton sepanjang tahun berjalan, dengan total cadangan mencapai 75 ton.

Turki mencatat kondisi berbeda. Setelah melakukan penjualan bersih selama tiga bulan berturut-turut, bank sentral negara tersebut kembali membeli sekitar 3 ton emas pada Agustus.

Namun, secara kumulatif Turki masih mencatat penjualan bersih 82 ton sejak awal 2026, dengan sebagian besar penjualan berlangsung pada kuartal pertama.

Indonesia Tambah Cadangan Emas pada Awal 2026

Indonesia juga tercatat dalam daftar negara yang melakukan pembelian bersih emas sepanjang Januari-Agustus 2026, berdasarkan laporan World Gold Council (WGC).

Bank Indonesia tercatat menambah cadangan emas sebanyak 2 ton pada Januari 2026. Namun, Indonesia tidak masuk dalam daftar pembeli emas pada Agustus, ketika aktivitas pembelian global dipimpin China, Uzbekistan, dan Polandia.

Penambahan cadangan emas menjadi salah satu bentuk diversifikasi aset cadangan devisa. Emas dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap aset keuangan tertentu serta memperkuat ketahanan cadangan di tengah volatilitas pasar global.

Secara keseluruhan, WGC mencatat pembelian bersih emas bank sentral dunia mencapai 170 ton sepanjang Januari-Agustus 2026. Aktivitas tersebut mencerminkan pentingnya emas dalam strategi pengelolaan cadangan devisa jangka panjang, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

(slm/slm)

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *