
Jakarta, CNBC Indonesia – Stigma terhadap mobil asal China masih menjadi tantangan bagi banyak merek baru di Indonesia. Selain soal harga jual kembali yang dinilai belum kuat, layanan purnajual juga kerap disorot, terutama terkait ketersediaan suku cadang yang dianggap sulit didapat dan membutuhkan waktu lama saat harus melakukan penggantian.
Jetour Indonesia menilai persepsi tersebut perlu dijawab dengan kesiapan jaringan aftersales yang sudah dibangun sejak awal. Perseroan mengandalkan pasokan suku cadang, sistem pemantauan stok hingga perlindungan garansi untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.
Aftersales Deputy Director PT Jetour Motor Indonesia Wildan Suyuthi mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan kantor pusat terkait penyediaan suku cadang. Menurutnya, Indonesia menjadi salah satu pasar penting sehingga pasokan komponen telah mendapat perhatian khusus dari prinsipal.
“Kita komunikasi dengan headquarter karena mereka produksi sparepart di sana. Untuk penyediaan sparepart, headquarter memberi jaminan bahwa Indonesia market penting, jadi jangan khawatir dengan ketersediaan sparepart,” katanya di GIIAS, Jumat (31/7/2026).
Sebagai penopang layanan purnajual, Jetour juga telah menyiapkan pusat distribusi suku cadang di Cikarang. Gudang tersebut menjadi pusat distribusi untuk memasok kebutuhan jaringan dealer di berbagai daerah sehingga proses pengiriman dapat berlangsung lebih cepat.
“Kami punya gudang di Cikarang sebagai central hub dengan luasan lebih dari 2.000 meter persegi. Sampai Juli kemarin sekitar 31.000 pieces sparepart kami sediakan untuk memenuhi kebutuhan,” ujar Wildan.
Di sisi lain, pengelolaan stok juga dilakukan langsung bersama jaringan dealer. Sales Director PT Jetour Sales Indonesia Michael Budihardja mewajibkan sistem pemantauan dibuat agar ketersediaan komponen tetap terjaga, baik untuk suku cadang yang sering digunakan maupun yang permintaannya lebih rendah.
“Kami juga mewajibkan dealer punya initial stock supaya tidak kosong. Kami memonitor sistem, kalau stok dealer menipis kita langsung komunikasi untuk tambah inventory. Stok kami bagi berdasarkan fast moving dan slow moving untuk memastikan ketersediaan. Di sistem sudah ada warning ketika stok mulai menipis, sehingga dealer bisa segera menambah inventory. Untuk fast moving jumlahnya lebih banyak, sedangkan yang slow moving minimal tersedia satu unit di dealer,” kata Michael.
Selain memastikan layanan purnajual, Jetour juga berupaya menjawab kekhawatiran konsumen terkait nilai jual kembali mobil asal China yang kerap Distigmakan turun. Perusahaan memilih memperkuat perlindungan kendaraan agar kondisi mobil tetap terjaga selama masa kepemilikan.
“Untuk resale value, salah satunya adalah dengan warranty dan free maintenance supaya kondisi mobil tetap prima sehingga nilai jualnya tetap terjaga. Untuk unit terbaru Jetour T2 i-DM kami memberikan garansi kendaraan selama 6 tahun atau unlimited kilometer, serta garansi baterai selama 8 tahun atau 160.000 kilometer,” ujar Michael.
(dce)
Leave a comment