
Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan rencana suntikan dana untuk BPJS Kesehatan sebesar Rp20 triliun, kepada Presiden Prabowo Subianto. Rencananya dana itu akan dicairkan pada bulan depan.
Suahasil menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan memerlukan penguatan dari sisi keuangan, supaya bisa memastikan klaim dari rumah sakit bisa dipenuhi secara reguler untuk dibayarkan.
“Karena itu kami tadi laporkan kepada bapak presiden bahwa dalam APBN telah ada tambahan suntikan dana untuk jaminan kesehatan sebesar Rp20 triliun,” kata Suahasil, usai rapat terbatas di Istana Negara, Senin (28/9/2026).
Tambahan Rp20 triliun itu diluar iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk 96,8 juta penerima bantuan, dengan anggaran sekitar Rp47 triliun. Rencananya tambahan anggaran ini akan dicairkan pada Oktober – November mendatang.
“Tambahan Rp20 triliun akan segera dicairkan untuk mendukung keuangan BPJS pada bulan Oktober ini, artinya dua hari lagi, dan juga bulan November. Sehingga nanti keuangan BPJS akan ter-cover dengan baik,” kata Suahasil.
Lebih lanjut, Suahasil menegaskan pemerintah tetap mendorong upaya pengumpulan dana dari iuran BPJS Kesehatan bisa lebih baik. Dia juga berharap penerima bantuan juga lebih tepat sasaran, sesuai Data Terpadu Kesejateraan Sosial (DTKS).
Suahasil juga mengatakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) RI merupakan suatu program asuransi sosial yang sangat besar di dunia. Saat ini tingkat kepesertaan sudah mencapai 286 juta jiwa. Dia juga mendorong agar masyarakat aktif dalam melakukan pembayaran iuran.
“Karena kalau aktif mengiur, maka terjadi saling gotong royong, yang sehat mengiur, jika ada yang sakit atau pada saatnya nanti sakit bisa ter-cover,” kata Suahasil.
(emy/haa)
Leave a comment