Home Finance Breaking News! AS Bombardir Pulau Larak Iran, Hancurkan Roket Teheran
Finance

Breaking News! AS Bombardir Pulau Larak Iran, Hancurkan Roket Teheran

Share
Breaking News! AS Bombardir Pulau Larak Iran, Hancurkan Roket Teheran
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Pasukan Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan mematikan yang menargetkan dua peluncur senjata Iran di Pulau Larak pada hari Minggu. Gempuran ini menandai serangan militer Amerika pertama yang diketahui terhadap Iran sejak akhir bulan Juli lalu.

Mengutip Reuters dan Anadolu Agency, Minggu (30/08/2026), seorang pejabat AS membenarkan operasi militer tersebut. Ia menyebutkan bahwa pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran terpantau sedang bersiap untuk meluncurkan roket yang dilengkapi ranjau laut ke arah Selat Hormuz sebelum akhirnya digempur.

“Saya dapat mengonfirmasi bahwa hari ini pasukan AS menyerang dua peluncur Iran di Pulau Larak,” ungkapnya.

Departemen Hubungan Masyarakat IRGC langsung merilis pernyataan keras terkait insiden di provinsi Hormozgan Selatan tersebut. Mereka menuduh AS telah melakukan serangan agresif yang menyebabkan sejumlah tentara dan warga sipil tewas maupun terluka, serta bersumpah akan memberikan balasan dan hukuman setimpal bagi sang agresor.

“Musuh Amerika-Zionis, sekali lagi didorong oleh ketidakmampuannya untuk menyelesaikan masalah internalnya dan penurunan kredibilitasnya di antara negara-negara di kawasan, serta dalam upaya untuk menghidupkan kembali peran jahatnya dan membenarkan tindakannya di depan opini publik, melakukan tindakan agresi yang menargetkan Pulau Larak, membunuh dan melukai sejumlah pejuang dan warga kami,” tegasnya.

Kantor berita Fars melaporkan bahwa penduduk setempat sempat mendengar ledakan dahsyat di dekat Pulau Larak. Sementara itu, kantor berita semi-resmi Tasnim membeberkan informasi awal yang mengindikasikan bahwa AS menggunakan serangan pesawat tak berawak (drone) untuk menargetkan lokasi di pulau tersebut.

Ketegangan di Selat Hormuz memang tengah memuncak. Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump secara terbuka menyatakan bahwa semua ranjau telah diledakkan atau disingkirkan dari perairan internasional Selat Hormuz. Ia turut memberikan peringatan keras bahwa setiap kapal atau perahu yang tertangkap menempatkan ranjau baru akan langsung dihancurkan.

Perang yang telah melewati rekor enam bulan ini kini berada di jalan buntu, di mana Washington terus mengancam akan menjatuhkan sanksi mahal pada negara-negara pendukung Iran. Konflik bersenjata yang diawali oleh serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari ini telah memicu rentetan serangan balasan dari Teheran ke wilayah Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah bagi pangkalan militer AS.

Dampak kehancuran dari perang ini sangatlah masif. Serangan AS-Israel di Iran dan agresi Israel di Lebanon telah menewaskan ribuan orang dan membuat jutaan orang terpaksa mengungsi, sementara 18 anggota layanan militer AS dipastikan tewas dalam konflik tersebut. Terlebih lagi, perang ini juga telah menyebabkan blokade total di Selat Hormuz, jalur perairan super strategis yang sebelum konflik biasa menjadi rute transit bagi sekitar seperlima dari total barel minyak yang dikonsumsi dunia.

(tps/tps)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *