Home Finance BUMI Buka Suara Soal Akuisisi Tambang Australia
Finance

BUMI Buka Suara Soal Akuisisi Tambang Australia

Share
BUMI Buka Suara Soal Akuisisi Tambang Australia
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) memberikan penjelasan atas permintaan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait perusahaan tambang asal Australia, Loyal Metals (LM).

Direktur BUMI, R.A. Sri Dharmayanti meluruskan bahwa nilai transaksi akuisisi LM adalah sebesar AU$79.069.731,75 atau setara dengan Rp 1 triliun.

“Nilai transaksi tersebut ditentukan berdasarkan hasil uji tuntas (due diligence) hukum, keuangan, perpajakan, dan teknis yang dilaksanakan oleh penasihat independen Perseroan dan negosiasi yang dilakukan antara Perseroan dan LM,” terang Sri dalam keterbukaan informasi yang dikutip Jumat (11/9/2026).

Ia menjelaskan rincian sumber dana yang digunakan BUMI untuk akuisisi LM. US$54.000.000 atau setara dengan Rp958.284.000.000 berasal dari pinjaman yang diberikan oleh Glencore Australia Holdings Pty Limited (pihak ketiga) berdasarkan Facility Agreement tanggal 24 Agustus 2026. Sisanya sejumlah Rp46.458.244.136,50 yang berasal dari kas internal emiten Grup Bakrie itu.

Sri mengatakan aset LM, Wolfram Limited, dan Jubilee Metals berada di wilayah Queensland, sehingga BUMI merencanakan sinergi dalam operasional, infrastruktur pengolahan, tenaga kerja teknis, kontraktor pertambangan, dan jalur logistik, serta kesamaan struktur perizinan dan pemenuhan kewajiban lingkungan dalam satu yurisdiksi.

Akuisisi ini juga disebut mendukung sasaran Perseroan untuk mencapai bauran EBITDA dari kegiatan usaha non-batubara termal di atas 50% pada tahun 2031.

Namun demikian, BEI menyorot bahwa berdasarkan informasi yang didapatkan pada laman investors.loyalmetals.com, didapatkan beberapa informasi mengenai LM antara lain bahwa terdapat proyek tambang tembaga berkadar tingginyang berhenti operasi sejak Juli 2005. LM juga memiliki beberapa proyek lithium lainnya.

Sri menyatakan bahwa proyek-proyek tersebut belum dapat memberikan kontribusi pendapatan secara langsung kepada Perseroan karena masih membutuhkan pengembangan infrastruktur lebih lanjut.

“Untuk Highway Reward Copper-Gold Mine, kontribusi pendapatan ditargetkan pada tahun ke-2 sejak dilakukannya akuisist. Untuk aset lithium, target waktu kontribusi pendapatan akan dapat ditentukan setelah kegiatan eksplorasi dan evaluasi selesai dilakukan,” jelas Sri.

Ia melanjutkan, Wolfram Limited telah berkontribusi terhadap pendapatan BUMI melalui produksi pertamanya pada bulan Mei 2026. Jubilee Metals Limited saat ini berada dalam tahap konstruksi pabrik Carbon-in-Leach (CIL).

“Kegiatan penambangan pada dasarnya telah siap untuk dimulai dan diperkirakan akan berjalan setelah pabrik CIL selesai dibangun,” terang Sri.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *