
Jakarta, CNBC Indonesia – Program makan bergizi gratis (MBG) di Taiwan kembali menjadi sorotan. Sebanyak 87 siswa di sebuah sekolah menengah di Taipei mengalami diare setelah menyantap makanan yang disediakan kantin sekolah.
Mengutip siaran resmi Taipe City Departemen of Health, Jumat (11/9/2026), Dinas Kesehatan Kota Taipei menerima laporan pada 8 September terkait puluhan siswa yang mengalami gejala yang diduga sebagai keracunan makanan. Para siswa tersebut diketahui menyantap makanan dari bagian penyedia makanan panas di Cheng Yuan High School 7 September.
Namun, mulai sekitar pukul 22.00 pada hari yang sama, sejumlah siswa dilaporkan mengalami diare. Karena jumlah siswa yang mengalami gejala mencapai 87 orang atau lebih dari 50 orang, Dinas Kesehatan Taipei langsung melakukan penyelidikan, mengambil sampel dan memerintahkan penyedia makanan tersebut menghentikan sementara operasionalnya.
Temukan Pelanggaran & Denda Rp 109 M
Dalam pemeriksaan di lokasi, petugas menemukan setidaknya lima masalah terkait kebersihan. Di antaranya adalah bagian bawah lemari pendingin yang kotor, lantai yang tergenang air, rak yang kotor serta bagian bingkai yang kotor.
Dinas Kesehatan Taipei kemudian memerintahkan pengelola untuk memperbaiki seluruh masalah tersebut paling lambat 11 September 2026. Jika hasil pemeriksaan nantinya memastikan kasus tersebut merupakan keracunan makanan, pengelola dapat dikenakan denda berdasarkan Undang-Undang Pengelolaan Keamanan dan Kebersihan Pangan Taiwan.
Denda tersebut berkisar NT$60.000 hingga NT$200 juta. Jika menggunakan rupiah maka denda berkisar antara Rp33 juta hingga Rp109 miliar.
Sampel-Sampel Diperiksa
Untuk mencari penyebab kejadian, petugas mengambil total 11 sampel yang terdiri dari sisa makanan, sampel lingkungan dan sampel dari tangan pekerja. Dinas Kesehatan Taipei masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap sampel makanan, lingkungan serta manusia sebelum menentukan apakah kejadian tersebut benar-benar masuk kategori keracunan makanan.
Pemerintah Taipei juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kebersihan makanan. Warga diminta memastikan bahan makanan dimasak hingga matang, segera mengonsumsi makanan setelah dimasak atau menyimpannya dalam kondisi dingin.
Kasus ini terjadi tidak lama setelah Taipei menerapkan kebijakan makan siang sekolah gratis bagi siswa. Pemerintah setempat pun tengah menjadi sorotan terkait keamanan dan kualitas makanan yang diberikan kepada para pelajar.
(sef/sef)
Leave a comment