
Jakarta, CNBC Indonesia – China mengembangkan senjata baru untuk mengendalikan nyamuk. Startup asal Changzhou, Provinsi Jiangsu, Photon Matrix Lab, mengembangkan perangkat yang memanfaatkan teknologi LiDAR dan laser untuk mendeteksi serta mengusir nyamuk.
Perangkat tersebut menggunakan LiDAR (Light Detection and Ranging) berpresisi tinggi untuk memindai lingkungan secara real time. Sistem kemudian mendeteksi posisi nyamuk dan menyesuaikan sudut laser untuk menargetkannya.
Teknologi ini juga mampu membedakan nyamuk dari serangga lain, seperti kupu-kupu, sehingga laser tidak menargetkan serangga secara sembarangan. Perangkat tersebut juga dapat mengenali manusia atau hewan berukuran besar. Jika objek tersebut masuk dalam jarak tertentu, sistem akan langsung menghentikan operasinya.
Laporan dari South China Morning Post (SCMP) menyebut, teknologi untuk menangkap nyamuk menggunakan laser sebenarnya telah terbukti di laboratorium selama bertahun-tahun. Namun, teknologi itu sebelumnya masih sebatas penelitian atau prototipe.
Photon Matrix Lab sebelumnya menggalang dana melalui platform crowdfunding di Amerika Serikat dengan target US$20.000. Kampanye tersebut justru viral dan berhasil mengumpulkan lebih dari US$2,8 juta.
Meski demikian, produk tersebut baru bisa mulai diproduksi sekitar tiga tahun kemudian pada Agustus 2026. Produksi massal dan persoalan keamanan membuat peluncuran molor dari perkiraan awal yang hanya tiga bulan.
Perwakilan perusahaan mengatakan pengembangan produk lebih sulit dibandingkan sekadar menggunakan laser untuk menangkap nyamuk.
“Dibandingkan teknologi menggunakan laser untuk menangkap nyamuk, menyesuaikan akurasi deteksi, presisi serangan, biaya, dan metode manufaktur jauh lebih menantang,” ujarnya, dikutip dari Asia Business Daily, Selasa (6/10/2026),
Namun, peluncuran tertunda karena verifikasi keamanan serta proses membangun rantai pasokan dan proses manufaktur.
Photon Matrix Lab menyiapkan dua versi perangkat, yakni untuk penggunaan dalam ruangan dan luar ruangan.
Model luar ruangan menggunakan laser biru yang terlihat dan dirancang untuk area terbuka seperti teras atau lokasi berkemah. Perangkat ini dibanderol US$1.088 atau sekitar Rp19,4 juta.
Sementara itu, model dalam ruangan menggunakan laser inframerah yang tidak menimbulkan ketidaknyamanan pada mata. Perangkat ini dibanderol US$988 atau sekitar Rp17,6 juta.
Perusahaan mengatakan telah menerima lebih dari 5.000 pre-order dari berbagai wilayah, termasuk Timur Tengah, Eropa, dan Amerika Utara, setelah kampanye crowdfunding. Photon Matrix Lab memperkirakan permintaan terhadap perangkat tersebut masih akan terus meningkat.
(dem/dem)
Leave a comment