Home Finance Dentuman di Bandung Raya Bikin Heboh, Pakar Jelaskan Penyebabnya
Finance

Dentuman di Bandung Raya Bikin Heboh, Pakar Jelaskan Penyebabnya

Share
Dentuman di Bandung Raya Bikin Heboh, Pakar Jelaskan Penyebabnya
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Masyarakat Bandung Raya dikejutkan dengan suara dentuman pada Sabtu dini hari (5/9/2026). Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono ikut angkat bicara soal fenomena tersebut.

Daryono menyinggung soal inversi suhu, saat lapisan udara dingin berada di bagian bawah udara yang lebih hangat di atmosfer. Lapisan udara tersebut kemudian menyebar dan meluas di atmosfer.

Menurutnya, fenomena ini tidak lazim karena biasanya semakin tinggi akan semakin dingi. Jadi hanya akan terjadi dengan beberapa syarat tertentu terpenuhi.

“Lapisan inversi juga dapat terbentuk bilamana ada anomali tekanan di atmosfer atau ada udara panas yang bergerak dari tempat lain,” kata Daryono dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (5/9/2026).

“Udara panas dan gas yang sedang bergerak naik ke atmosfir, akan tertahan lapisan udara hangat ini, karena membentuk semacam tudung (inversion cap) yang menutupi kawasan dan menjebak gas dan panas yang naik dari bumi,” dia menjelaskan.

Saat lapisan inversi terbentuk biasanya akan menimbulkan gas dan partikulat polutan. Namun dalam beberapa kasus bisa terdengar suara aneh saat fenomena tersebut terjadi.

Bahkan suaranya biasa sangat keras dan terdengar di lokasi yang sangat jauh. Penyebabnya, dia menjelaskan karena suara terjebak dalam ruang sempit.

“Ibarat kita membunyikan klakson mobil di garasi yang tertutup, tentu lebih keras dibanding bunyi klakson di jalan raya. Ini karena suara terjebak pada ruang sempit,” dia mencontohkan.

Selain itu, lapisan inversi juga bisa memantulkan gelombang mekanik dan akustik ekstrim. Dengan begitu bisa membuat efek suara dan getaran pada wilayah yang lebih jauh, bahkan bisa menghancurkan bangunan di wilayah yang sangat jauh.

Sementara itu, Daryono juga menjelaskan suara-suara dentuman misterius yang terdengar selama ini disebabkan oleh lapisan inversi di atmosfer.

Di Indonesia sendiri, Bandung menjadi salah satu wilayah yang rentan terbentuk lapisan inversi. Topografi kota tersebut yang berbentuk cekungan dan dikelilingi penggunungan dapat dilingkipu inversi, saat udara dingin terperangkap di lempat dan lapisan hangat menutup di bagian atasnya.

Dia menjelaskan dentuman saat erupsi aktif di Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda bisa menjalar di sepanjang lembah. Suara itu kemudian terpantul berulang kali dan membentuk gema, seperti yang terdengar masyarakat Bandung tadi pagi.

“Pada saat Cekungan Bandung tertutupi lapisan inversi, seolah terbentuk ‘lorong raksasa’. Cukup dengan fenomena erupsi sangat aktif di Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, maka dentuman GAK akan menjalar di sepanjang lembah dan terpantul berulang-ulang mirip terbentuknya gema seperti dilaporkan sebagian warga Bandung pagi dini hari tadi,” jelasnya.

(npb/wur)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *