Home Finance Ini 3 Calon Lawan Menkes Budi Gunadi Sadikin Bersaing Jadi Bos WHO
Finance

Ini 3 Calon Lawan Menkes Budi Gunadi Sadikin Bersaing Jadi Bos WHO

Share
Ini 3 Calon Lawan Menkes Budi Gunadi Sadikin Bersaing Jadi Bos WHO
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin resmi masuk dalam bursa calon Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Nama Budi tercantum sebagai salah satu dari empat kandidat prospektif yang akan bersaing memperebutkan posisi tertinggi di badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut.

Berdasarkan laman resmi WHO dikutip Sabtu (5/9/2026), Budi Gunadi Sadikin diajukan oleh Indonesia sebagai calon Direktur Jenderal WHO. Ia bersaing dengan Hanan Mohammed Al-Kuwari yang diusulkan Qatar, Hanan Balkhy dari Arab Saudi, serta Hans Henri P. Kluge yang diusulkan Belgia.

WHO menyebut nama-nama tersebut masih berstatus prospective candidates atau kandidat prospektif. Daftar dan status pencalonan akan diperbarui setelah WHO secara resmi mempublikasikan seluruh kandidat dan proposal pencalonannya. Negara-negara anggota masih memiliki waktu untuk mengajukan kandidat lain hingga batas pencalonan pada 24 September 2026.

BGS sudah buka suara soal namanya yang masuk dalam bursa calon Direktur Jenderal WHO. Ia menyebut pencalonan tersebut merupakan amanah dari Presiden Prabowo Subianto.

“Itu kan amanah dari Bapak Presiden. Jadi pastilah saya akan kerja buat Bapak Presiden, apa pun tugas dari beliau akan kita jalankan dengan sebaik-baiknya,” ujar Budi saat ditemui awak media usai rapat dengan Komisi IX DPR RI, Kamis (27/8/2026).

BGS bilang, pencalonan tersebut juga berkaitan dengan posisi Indonesia di tingkat organisasi internasional. Ia mengatakan Presiden Prabowo melihat adanya peluang bagi Indonesia untuk menempatkan wakilnya sebagai pimpinan lembaga dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Indonesia kan bangsa yang besar ya. Bapak Presiden sampaikan ke saya, kita tuh tidak pernah ada wakilnya yang duduk sebagai pimpinan lembaga tingkat dunia yang levelnya PBB atau United Nations. Jadi begitu beliau melihat ini ada opportunity, ya saya ditugaskan di sana,” katanya.

BGS juga menyebut terdapat dorongan dari sejumlah negara anggota untuk melakukan reformasi di organisasi-organisasi tingkat dunia. Menurut ia, Indonesia dinilai memiliki potensi untuk mengambil peran dalam agenda tersebut.

“Dan yang ketiga, banyak negara-negara anggota juga yang melihat bahwa harus ada reform ya di organisasi-organisasi tingkat dunia seperti ini, dan dia melihat Indonesia, ya mungkin di bawah pimpinan Bapak Presiden Prabowo itu memiliki potensi itu,” ujar Budi.

Namun, BGS menegaskan peluang tersebut belum berarti dirinya pasti terpilih sebagai Dirjen WHO. Pemilihan nantinya akan dilakukan oleh negara-negara anggota WHO.

“Ya kalau kepilih, kan belum tentu kepilih karena milih kan 194 negara anggota di bulan Mei nanti,” tuturnya.

(wur/wur)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *