
Jakarta, CNBC Indonesia – Pendiri xAI, Elon Musk, kembali melontarkan ramalan mengejutkan terkait masa depan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Ia memprediksi kemampuan AI bakal melampaui gabungan seluruh kecerdasan manusia hanya dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
Bahkan, bos Tesla dan X tersebut meyakini umat manusia berpotensi kehilangan kendali penuh atas teknologi canggih ini dalam waktu satu dekade. Hal ini akan membuat manusia makin ‘tak berdaya’ di era kecanggihan teknologi.
Saat berbicara dengan Pemimpin Redaksi The Economist, Zanny Minton Beddoes, Musk menyebut perkembangan AI saat ini berada di jalur yang sangat pesat untuk mengungguli kemampuan manusia di hampir segala bidang intelektual.
“Sebenarnya tidak ada lagi hal yang tidak bisa dilakukan AI lebih baik daripada manusia, mungkin selain menjadi manusia itu sendiri,” ujar Musk, dikutip dari Decrypt, Kamis (30/7/2026).
“Skenario yang paling mungkin terjadi adalah era kelimpahan yang luar biasa di mana siapa pun bisa mendapatkan apa pun yang mereka bayangkan. Ini mungkin terdengar konyol, tetapi di sinilah kita berada di tahun 2026. Mari kita lihat posisi kita pada 2036 mendatang,” tambahnya.
Tak Bisa Ditembak Mati
Meski konsisten memperingatkan bahaya eksistensial dari AI, Musk mengaku kini realistis. Menurutnya, sudah tidak ada lagi cara efektif untuk mengerem laju perkembangan AI maupun robotika global.
“Saya tidak melihat ada cara untuk benar-benar menghentikan momentum luar biasa ini. Terkadang saya berpikir, kalaupun ada tombol pause, kita mungkin tidak boleh menekannya. Karena potensi akhirnya adalah kelimpahan luar biasa untuk semua orang,” jelasnya.
Sebagai solusinya, Musk mendesak raksasa-raksasa pengembang AI dunia untuk rutin duduk bersama membicarakan isu keamanan. Ia mengusulkan skema limited early access, di mana antar-laboratorium AI yang saling bersaing bisa menguji model frontier satu sama lain untuk mendeteksi potensi bahaya sebelum dilepas ke publik. Jika ada yang membandel, barulah pemerintah turun tangan.
Sindir Sam Altman, Puji Bos Anthropic
Di tengah seruan untuk bersatu, Musk tidak melepas kesempatannya untuk kembali menyindir rival lamanya, CEO OpenAI Sam Altman. Ia mengkritik keras perubahan OpenAI dari lembaga nirlaba (nonprofit) menjadi entitas bisnis berburu cuan (for-profit).
“Saya bukan penggemar Sam Altman. Anda memulai organisasi nirlaba yang ditujukan untuk open-source dan dimiliki dunia, tetapi entah bagaimana mendadak berubah menjadi perusahaan tertutup (closed-source) bernilai US$800 miliar,” kata Musk.
Sentilan ini menyusul putusan juri pengadilan California pada Mei lalu yang menolak gugatan hukum senilai US$150 miliar dari Musk terhadap OpenAI, Sam Altman, dan Greg Brockman terkait tuduhan pengangkangan misi awal nirlaba.
Tak hanya menembak Altman, Musk juga menyeret nama pendiri Anthropic, Dario Amodei. Ia mengklaim Anthropic lahir semata-mata karena Amodei dan timnya sudah tidak percaya lagi pada kepemimpinan Sam Altman di OpenAI.
“Saya pikir Dario adalah figur yang sangat berprinsip dan peduli pada masa depan dunia. Sejauh ini, tidak ada seorang pun di Anthropic yang memicu indikator bahaya (evil detector) saya,” puji Musk.
Meski begitu, langkah Anthropic belakangan ini juga tak lepas dari sorotan industri. Sejumlah pihak, termasuk Altman sendiri, sempat menuding Anthropic memanfaatkan strategi jualan berbasis ketakutan (fear-based marketing) untuk melariskan produk AI milik mereka, Claude.
Di akhir sesi, Musk menegaskan pentingnya menekan ego pribadi demi keselamatan peradaban manusia dari ancaman bahaya AI.
“Pada akhirnya, jika kita harus duduk dan berbicara, ya kita harus berbicara. Sampingkan dulu perbedaan pribadi demi kebaikan dunia,” tegas Musk.
(fab/fab)
Leave a comment