
Jakarta, CNBC Indonesia – Pengamat ekonom menyoroti kredit untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih rendah di tengah pertumbuhan ekonomi yang cukup baik pada kuartal kedua 2026.
Ekonom Senior Prasasti Center Piter Abdullah mengatakan pertumbuhan kredit sektor UMKM masih rendah. Padahal, UMKM menjadi salah satu penopang perekonomian Indonesia.
“Pertumbuhan kredit kita untuk UMKM itu sangat rendah, sementara di perekonomian kita, ini kan jumlah UMKM itu kan sangat besar, belum bicara soal tenaga kerjanya,” kata Piter dalam wawancara khusus CNBC Indonesia, dikutip Kamis (6/8/2026).
Pihaknya menjelaskan, pada sektor UMKM, biasanya dapat menyerap tenaga kerja hingga 80%-90%, sehingga potensinya belum efektif untuk menopang ekonomi nasional.
“Serapan tenaga kerja dari UMKM itu hampir ada di kisaran 80%, bahkan mungkin 90%. Jadi ini saya kira tugas yang masih harus kita selesaikan,” terangnya.
Piter menambahkan UMKM menjadi sangat penting karena menjadi salah satu penopang ekonomi Indonesia. Apalagi saat ini, tenaga kerja di Indonesia mulai banyak diisi di sektor informal.
“Saya kira karena UMKM itu adalah cerminan kita yang sesungguhnya. Perekonomian kita ini sangat besar ditopang oleh UMKM. Terutama dari sisi serapan tenaga kerja tadi,” ujarnya.
Dengan kondisi ini, menurutnya, kondisi perekonomian juga perlu dilihat dari sebarannya, termasuk UMKM.
“Artinya kondisi perekonomian harusnya kita lihat bukan hanya semata dari angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus dilihat dari sebarannya,” ungkapnya.
(haa/haa)
Leave a comment