
Jakarta, CNBC Indonesia – Federasi Sepak Bola Internasional atau FIFA mengecam apa yang disebut sebagai “upaya terkoordinasi dan berkelanjutan” untuk melemahkan organisasi dan presidennya, Gianni Infantino.
Pernyataan itu disampaikan FIFA pada Sabtu (8/8/2026), di tengah kontroversi terkait rencana investasi swasta dalam penyelenggaraan Piala Dunia yang sempat digagas Infantino sebelum akhirnya dibatalkan.
Saat ini, Infantino menghadapi tekanan untuk mengundurkan diri. Ia juga menjadi sorotan setelah sebuah surat kabar Inggris pada Jumat (7/8/2026) menuduhnya pernah memberikan sejumlah pembayaran kepada seorang perempuan yang disebut memiliki hubungan intim dengannya ketika Infantino masih menjabat di federasi sepak bola Eropa, UEFA.
“Laporan berita terkini memuat pernyataan yang tidak berdasar serta klaim yang terbukti keliru mengenai FIFA dan Presidennya,” demikian bunyi pernyataan FIFA, dikutip dari ChannelNewsAsia, Minggu (9/8/2026).
Sebagaimana diketahui, Infantino pernah menduduki jabatan sebagai sekretaris jenderal badan pengatur sepak bola Eropa tersebut dari tahun 2009 hingga 2016. Menurut surat kabar The Telegraph, pengacara berkebangsaan Italia-Swiss itu sebelumnya menggunakan pengaruhnya untuk memuluskan promosi jabatan bagi seorang karyawan UEFA yang memiliki hubungan intim dengannya.
Surat kabar tersebut menambahkan, tanpa mengungkap sumber beritanya bahwa karyawan yang sama menerima “uang pesangon bernilai ratusan ribu” saat meninggalkan pekerjaannya, selain pembayaran biaya kuliah sekolah bisnis yang besarnya sekitar £45.000 (US$60.700 atau Rp 1,80 miliar).
Saat dihubungi oleh AFP, UEFA mengakui bahwa pembayaran pesangon memang diberikan kepada individu yang bersangkutan pada saat itu, disertai dengan pembayaran biaya untuk program MBA di sebuah sekolah bisnis setempat.
Dalam pernyataan yang dirilis di media sosial pada hari Sabtu, FIFA menegaskan bahwa pihaknya menyambut baik pengawasan yang sah.
“Namun, pengawasan bukanlah pembenaran untuk memutarbalikkan fakta, membesar-besarkan tuduhan tak berdasar, atau menciptakan pengalihan isu yang dirancang untuk menghambat kemajuan. Jika terdapat laporan yang tidak akurat atau menyesatkan, FIFA akan menyanggahnya secara langsung dan tegas,” tambah pernyataan tersebut.
Infantino, yang akan mencalonkan diri kembali dalam pemilihan bulan Maret mendatang, telah dilanda krisis sejak pengumuman rencana kontroversialnya yang pada akhirnya dibatalkan untuk membuka akses investasi swasta bagi Piala Dunia pada akhir bulan lalu.
Ia menghadapi berbagai pertentangan, khususnya dari UEFA. Federasi tersebut sejak hari Kamis lalu tetap pada pendiriannya untuk memboikot Piala Dunia, karena menganggap pembatalan rencana kontroversial tersebut saja tidaklah cukup.
Pada hari Sabtu, FIFA menyatakan bahwa pihaknya tidak akan mendukung, memfasilitasi, atau menoleransi proses apa pun terkait pemilihan Presiden FIFA yang tidak sejalan dengan Statuta FIFA, prosedur demokratis, dan kerangka tata kelola yang telah ditetapkan.
“Mereka yang tidak mendapat dukungan dari asosiasi anggota FIFA sebaiknya tidak berupaya mencapai, melalui tuduhan, sindiran, atau informasi yang keliru, apa yang tidak dapat mereka capai melalui proses demokratis yang telah ditetapkan oleh FIFA,” tandas pernyataan FIFA.
(haa/haa)
Leave a comment