Home Finance Geger Krakatau Meletus Picu Erupsi 3 Gunung, Pakar Ungkap Faktanya
Finance

Geger Krakatau Meletus Picu Erupsi 3 Gunung, Pakar Ungkap Faktanya

Share
Geger Krakatau Meletus Picu Erupsi 3 Gunung, Pakar Ungkap Faktanya
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Tak lama setelah Gunung Anak Krakatau Meletus akhir pekan lalu, setidaknya tiga gunung lain juga mengalami erupsi dalam waktu berdekatan. Yakni Gunung Semeru, Gunung Ili Lewolotok, dan Gunung Ibu.

Jelas fenomena ini menggegerkan banyak masyarakat. Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono mengatakan tidak ada mekanisme jalur pipa yang menghubungkan dapur magma antargunung.

“Meskipun keempat gunung ini menunjukkan peningkat aktivitas pada waktu yang relatif berdekatan, secara geologi tidak ada mekanisme “jalur pipa” atau jaringan saluran magma bawah tanah tunggal yang menghubungkan dapur magma (magma chamber) antargunung tersebut,” kata Daryono dalam unggahan di akun X resminya, dikutip Senin (7/9/2026).

Dia menjelaskan erupsi bersamaan karena setiap sistem vulkanik telah berada pada tahap kritis akumulasi tekanan fluida dan magma yang ada di dalamnya.

Fenomena erupsi empat gunung itu juga disebutnya menjadi manifestasi dinamika tektonik global wilayah Ring of Fire. Indonesia sendiri berada di zona konvergensi Lempeng Indo-Australia, Pasifik, dan Fillipina.

“Fenomena erupsi simultan pada 4 gunung api di Indonesia pada 6 September 2026: Gunung Anak Krakatau, Gunung Semeru, Gunung Ili Lewotolok, dan Gunung Ibu merupakan manifestasi dinamika tektonik global di wilayah Ring of Fire,” jelasnya.

“Indonesia terletak di zona konvergensi kompleks tempat Lempeng Indo-Australia, Pasifik, dan Filipina menunjam di bawah Lempeng Eurasia,” dia menambahkan.

Daryono juga menjelaskan adanya variasi dinamika erupsi, tingkat viskositas magma, dan kandungan gas vulkanik. Ini terjadi karena adanya perbedaan ketinggian kolom abu pada tiap erupsi.

Cakupan abu vulkanik yang begitu luas dari erupsi Gunung Anak Krakatau mengindikasikan tingginya volume material yang terlempar ke lapisan troposfer tengah hingga atas. Abu vulkanik dilaporkan telah mencapai Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung hingga Bengkulu.

“Sebaliknya, erupsi Gunung Semeru (1.000 m), Ili Lewotolok (600 m), dan Gunung Ibu (400 m) tergolong erupsi dengan intensitas energi yang lebih terlokalisasi, di mana tinggi kolom abu dipengaruhi oleh kekuatan tekanan gas dalam saluran kawah (conduit) serta gaya apung termal (thermal buoyancy) plumes saat berinteraksi dengan massa udara sekitarnya,” kata Daryono.

Perbedaan karakter gelombang abu dan lontaran material itu, dia menjelaskan secara fisika dan kimia vulkanologi akibat proporsi silika SiO2 dan komposisi volatik.

Magma dengan viskositas tinggi dan kadar gas melimpah cenderung menghasilkan fenomena eksplosif yang memecah magma menjadi partikel abu vulkanik berukuran sub milimeter.

“Sementara pada gunung dengan magma berfluiditas lebih tinggi atau sistem saluran yang relatif terbuka (open-vent system), tekanan gas terlepas secara lebih berulang melalui kolom erupsi berskala menengah, menetapkan karakter erupsi yang lebih terlokalisasi di sekitar area kawah utama,” pungkasnya.

(dem/dem)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *