
Jakarta, CNBC Indonesia – Penjualan smartphone bekas dilaporkan laku keras. Tren ini terjadi saat kenaikan harga memori masih terjadi sejak beberapa waktu terakhir.
Laporan ini berasal dari perusahaan riset Omdia yang melacak pengiriman panel layar untuk smartphone. Pengiriman panel ke pasar ponsel rekondisi dilaporkan mengalami kenaikan 20% menjadi 298 juta unit dari tahun sebelumnya pada kuartal I-2026.
Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan pengiriman panel layar ke produsen smartphone baru yang mencapai 289 juta unit selama periode yang sama.
Dalam catatan Omdia, panel layar termasuk dalam ekosistem smartphone rekondisi. Pertumbuhan pengiriman panel mencerminkan ekspansi pesat pasar meski ada kesulitan pengukuran permintaan di tengah kompleksitas rantai pasok.
Omdia juga memperkirakan permintaan layar pada HP bekas terus meningkat akibat menjadi permintaan alternatif. Sebaliknya penurunan 20% bakal terjadi untuk smartphone baru sepanjang tahun ini.
“Harga memori yang lebih tinggi telah mengurangi permintaan layar LCD dan OLED dari produsen smartphone, membuat pemasok mengalihkan panel ke pasar rekondisi. Hal itu membuat layar OLED berkualitas lebih tinggi semakin tersedia untuk smartphone yang diperbarui,” kata analis utama senior untuk praktik Layar Omdia, Joy Guo, dikutip Rabu (2/9/2026).
Omdia melaporkan pengiriman OLED menyumbang 7% dari keseluruhan pengiriman panel pada pasar smartphone bekas. Angka itu naik 2% dari tahun lalu.
Peningkatan itu mencatat adanya ketersediaan layar pengganti berkualitas premium untuk ekosistem smartphone bekas.
(dem/dem)
Leave a comment