
Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah Jerman mengonfirmasi bahwa sejumlah anggota parlemen dan tokoh publik di negara itu menerima peringatan dari Apple bahwa perangkat iPhone mereka kemungkinan disusupi perangkat lunak mata-mata. Serangan ini dikhawatirkan menyasar puluhan ribu pengguna di 99 negara.
Kantor Keamanan Siber Federal Jerman (BSI) mengumumkan bahwa anggota-anggota Bundestag, dewan perwakilan rakyat Jerman, serta tokoh-tokoh penting lainnya menerima pemberitahuan resmi dari Apple. Pemberitahuan itu menyatakan bahwa perangkat mereka kemungkinan menjadi sasaran serangan siber yang didukung oleh kekuasaan negara.
Juru bicara pemerintah Jerman, Stefan Kornelius, menyatakan bahwa pihaknya menanggapi peristiwa ini dengan sangat serius, namun belum mengungkapkan siapa saja yang menjadi sasaran, termasuk apakah Kanselir Friedrich Merz termasuk di dalamnya.
Cara kerja perangkat lunak mata-mata ini sangat berbahaya karena tidak memerlukan korban mengeklik tautan apa pun atau membuka berkas tertentu. Serangan yang disebut “eksploitasi tanpa klik” dapat menyusup masuk secara diam-diam, lalu mencuri pesan, melacak lokasi, dan mengakses data sensitif lainnya tanpa meninggalkan jejak yang mudah diketahui.
Apple tidak menyebutkan secara spesifik negara yang melakukan serangan tersebut, dan tidak menyatakan secara pasti apakah perangkat sudah benar-benar disusupi. Karena itu, BSI mengimbau siapa pun yang menerima peringatan ini untuk menganggap perangkat mereka telah terganggu dan segera mengambil langkah pengamanan.
Peringatan dari Apple ternyata tidak hanya dikirim ke pengguna di Jerman. Seorang pembuat film di Beirut, Lebanon, juga mengumumkan telah menerima peringatan serupa, yang menyebutkan bahwa gelombang pemberitahuan ini dikirim ke pengguna di 99 negara. Belum diketahui pihak mana yang berada di balik operasi besar-besaran ini.
Pola serangan semacam ini sering dikaitkan dengan perangkat lunak mata-mata komersial yang dijual oleh perusahaan swasta, salah satunya Pegasus buatan Israel. Banyak pemerintah membeli alat semacam ini untuk memata-matai target, tetapi sering kali disalahgunakan untuk mengintai lawan politik, jurnalis, dan aktivis.
Para ahli keamanan menyarankan siapa pun yang menerima peringatan semacam ini untuk:
- Memperbarui sistem operasi perangkat ke versi terbaru segera
- Mengubah kata sandi akun penting dan mengaktifkan verifikasi dua langkah
- Tidak membuka pesan atau berkas yang mencurigakan
- Memisahkan perangkat kerja dari urusan pribadi jika memungkinkan
(dem/dem)
Leave a comment