
Jakarta, CNBC Indonesia – Sebuah pesawat Flydubai tujuan Tel Aviv, Israel, dari Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), dialihkan ke Arab Saudi, Rabu (30/0/2026). Ini terjadi setelah pilot di dalam pesawat terlibat perkelahian.
Penerbangan Flydubai FZ1073 tersebut sempat mengirimkan sejumlah sinyal darurat sebelum akhirnya mendarat dengan selamat di Bandara Tabuk. Menurut pejabat Israel yang mengetahui insiden tersebut, sinyal darurat dikirim setelah kedua pilot terlibat pertengkaran fisik.
Insiden itu kemudian memicu pengalihan penerbangan. Sebelumnya pesawat sempat diberitakan dibajak.
Mengutip Reuters, merujuk pelacakan penerbangan Flightradar24, pesawat Boeing 737 tersebut mengubah rute menuju Arab Saudi setelah sebelumnya terbang melalui wilayah udara Yordania.
Pesawat sempat mengirimkan sinyal darurat umum, kemudian beberapa menit kemudian mengirimkan sinyal lain yang mengindikasikan kemungkinan adanya gangguan ilegal di dalam pesawat.
Setelah itu, pesawat kembali mengirimkan sinyal darurat lagi. Namun, akhirnya pesawat mendarat di Tabuk, wilayah barat laut Arab Saudi.
Juru bicara kantor Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan insiden tersebut diyakini bukan merupakan pembajakan. Juru bicara Flydubai juga mengonfirmasi adanya “insiden” seraya menyebut “semua penumpang mendarat dengan selamat”.
Perkelahian Pilot
Seorang pejabat Israel yang berbicara kepada Reuters dengan syarat anonim mengatakan kedua pilot terlibat pertengkaran fisik. Salah satu dari mereka kemudian mengirimkan sinyal darurat.
Namun, belum jelas apakah sinyal tersebut sengaja dikirimkan oleh salah satu pilot selama insiden berlangsung. Kesaksian dari salah satu keluarga penumpang juga menggambarkan situasi yang sempat menegangkan di dalam pesawat.
Yasmin Abu Kasis, yang putrinya Miriam berada dalam penerbangan tersebut, mengatakan putrinya mendengar teriakan dari dalam pesawat. Menurut kesaksian yang diterimanya, seorang pria disebut mengambil pisau dan terjadi keributan hingga salah satu pilot terjatuh.
Informasi mengenai detail kejadian tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Israel Upayakan Pemulangan Penumpang
Netanyahu sendiri menggelar konsultasi terkait insiden tersebut. Kantor perdana menteri menyatakan situasi berada “di bawah kendali”.
Pemerintah Israel juga berupaya mengatur kepulangan para penumpang Israel dari Arab Saudi ke Israel. Situasi tersebut menjadi perhatian karena Israel dan Arab Saudi tidak memiliki hubungan diplomatik resmi.
Flydubai sendiri mengoperasikan penerbangan setiap hari antara Dubai dan Tel Aviv. Rute tersebut menjadi salah satu jalur penerbangan yang digunakan warga Israel untuk bepergian melalui UEA.
Insiden terbaru bukan kali pertama penerbangan antara UEA dan Israel dialihkan ke Arab Saudi. Pada September 2025, penerbangan Flydubai dari Dubai menuju Tel Aviv juga melakukan pendaratan darurat di Riyadh setelah terjadi keadaan darurat medis di dalam pesawat.
(sef/sef)
Leave a comment