Home Finance Studi Ungkap Obesitas Anak Bisa Picu Penis Kecil Saat Dewasa
Finance

Studi Ungkap Obesitas Anak Bisa Picu Penis Kecil Saat Dewasa

Share
Studi Ungkap Obesitas Anak Bisa Picu Penis Kecil Saat Dewasa
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Obesitas pada masa kanak-kanak ternyata dapat berkaitan dengan perkembangan penis ketika seseorang beranjak dewasa. Temuan tersebut terungkap dalam sebuah studi terhadap pria Vietnam yang menjalani pemeriksaan kesehatan reproduksi di Rumah Sakit Universitas Kedokteran Hanoi.

Melansir Psy Post, penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Sexual Medicine itu menemukan bahwa pria yang mengalami obesitas sebelum memasuki masa pubertas cenderung memiliki ukuran penis yang lebih pendek saat dewasa.

Menariknya, ukuran penis tidak ditemukan berkaitan dengan indeks massa tubuh (IMT) peserta ketika dewasa. Namun, para peneliti menemukan adanya hubungan tertentu dengan ukuran lingkar pinggang dan pinggul, meski hubungan tersebut tergolong lemah.

Ukuran penis selama ini menjadi salah satu aspek tubuh pria yang kerap dikaitkan dengan kepercayaan diri dan maskulinitas. Pembahasan mengenai ukuran penis juga banyak ditemukan di media sosial, termasuk munculnya anggapan mengenai adanya ukuran ideal. Kondisi tersebut dapat memicu kekhawatiran pada sebagian pria terhadap ukuran tubuh mereka.

Dalam penelitian, ukuran penis dapat dinilai melalui sejumlah parameter, termasuk panjang dan diameter atau lingkar penis. Pengukuran dapat dilakukan ketika penis dalam kondisi lemas, diregangkan maupun ereksi.

Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa rata-rata panjang penis saat ereksi berada di kisaran 13 hingga 14 sentimeter, meski terdapat variasi alami antarindividu dan populasi.

Diteliti Sebelum Masa Pubertas

Para peneliti yang dipimpin Bac Hoai Nguyen menjelaskan bahwa perkembangan penis merupakan proses kompleks yang dipengaruhi oleh faktor genetik, hormonal dan lingkungan.

Obesitas menjadi salah satu faktor yang menarik perhatian karena kondisi tersebut dapat berkaitan dengan kadar testosteron yang lebih rendah. Padahal, testosteron memiliki peran penting dalam perkembangan seksual pria, terutama selama masa pubertas.

Atas dasar tersebut, penelitian dilakukan untuk melihat apakah obesitas sebelum pubertas berkaitan dengan ukuran penis ketika pria telah dewasa.

Penelitian melibatkan 290 pria heteroseksual yang menjalani pemeriksaan kesehatan reproduksi di Departemen Andrologi dan Kedokteran Seksual, Rumah Sakit Universitas Kedokteran Hanoi, pada periode Juni 2023 hingga Juli 2024.

Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa pria yang mengalami obesitas saat kanak-kanak cenderung memiliki penis yang lebih pendek ketika dewasa. Hubungan tersebut terlihat pada ukuran penis yang diregangkan maupun pada dua parameter panjang penis dalam kondisi lemas.

Sementara itu, lingkar pinggang yang lebih besar ketika dewasa dikaitkan dengan panjang penis lemas yang lebih pendek, khususnya pengukuran dari pangkal kulit hingga ujung penis.

Sebaliknya, lingkar pinggul yang lebih besar berkaitan dengan panjang penis yang diregangkan sedikit lebih panjang ketika pengukuran dilakukan dari tulang kemaluan hingga ujung.

Namun, para peneliti tidak menemukan hubungan antara ukuran penis dan IMT peserta ketika dewasa.

Pentingnya Pencegahan Obesitas Sejak Dini

Para penulis menyimpulkan bahwa obesitas pada masa kanak-kanak memiliki kaitan dengan pertumbuhan penis, sedangkan obesitas pada masa dewasa tampaknya lebih berpengaruh terhadap tampilan penis dibandingkan ukuran sebenarnya.

Karena itu, mereka menilai intervensi terhadap obesitas sejak usia dini diperlukan untuk meminimalkan kemungkinan dampak jangka panjang terhadap perkembangan penis.

Meski demikian, temuan tersebut perlu dipahami dengan mempertimbangkan keterbatasan penelitian. Studi dilakukan terhadap pria yang datang ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan atau bantuan terkait kesehatan reproduksi. Dengan demikian, karakteristik peserta belum tentu mewakili seluruh populasi pria secara umum.

(hsy/hsy)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *