Home Finance Harga Batu Bara Ambruk 2 Hari Beruntun
Finance

Harga Batu Bara Ambruk 2 Hari Beruntun

Share
Harga Batu Bara Ambruk 2 Hari Beruntun
Share


Jakarta, CNBC Indonesia – Harga batu bara terus melandai di tengah merosotnya harga minyak dan naiknya pasokan.

Merujuk Refinitiv, harga  batu bara pada perdagangan Rabu (16/9/2026) ditutup di posisi US$ 146,1 per ton atau turun 0,2%.

Pelemahan ini memperpanjang tren negatifnya dengan melemah dua hari beruntun.



Harga batu bara tetap melemah salah satunya karena jatuhnya harga minyak.
Sebagai catatan, minyak dan batu bara adalah komoditas yang saling mensubstitusi sehingga harganya biasanya saling memengaruhi.

Pada Rabu kemarin, harga minyak jatuh 3% setelah sempat terbang.

Harga batu bara juga melandai karena berkurangnya kekhawatiran mengenai pasokan.

 

Pasar batu bara termal di pelabuhan utara China menunjukkan tanda-tanda stabil. Sejumlah pembeli mulai melakukan restocking menjelang libur sehingga harga batu bara di mulut tambang (mine-mouth) mulai menguat kembali.

Namun secara mingguan, harga masih mengalami penurunan di sejumlah wilayah, menunjukkan bahwa pemulihan belum sepenuhnya kuat.

Permintaan yang stabil dari industri kimia dan sektor non-power membantu meningkatkan penjualan beberapa jenis batu bara berkualitas tinggi. Kondisi tersebut membuat sejumlah produsen lebih percaya diri untuk menaikkan harga.

Pemulihan tersebut belum berarti pasar memasuki tren kenaikan yang kuat. Aktivitas pembelian masih relatif terbatas dan permintaan dari sektor pembangkit listrik belum memberikan dorongan besar.

 

Dari India dilaporkan, pemerintah India menyatakan bahwa pasokan batu bara yang memadai telah disalurkan ke pembangkit listrik independen (Independent Power Plants/IPP) di Punjab dari tambang captive milik Punjab State Power Corporation Limited (PSPCL). Pernyataan ini membantah laporan mengenai semakin parahnya krisis listrik di negara bagian tersebut.

Kementerian Batu Bara India mengatakan Coal India Limited (CIL) tetap berkomitmen memastikan pasokan bahan bakar untuk pembangkitan listrik tidak terputus di seluruh India, termasuk Punjab.

Kementerian mengacu pada data pasokan kereta (rake) yang menunjukkan pengiriman batu bara ke dua pembangkit listrik independen utama masih lebih tinggi dibandingkan konsumsi.

Namun, Punjab dinilai perlu meningkatkan penyerapan (offtake) batu bara dari tambang captive miliknya sendiri agar pembangkitan listrik di pembangkit-pembangkitnya lebih optimal.

(mae/mae)

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *