Home Finance Harga Telur Anomali Saat Produksi Berlimpah
Finance

Harga Telur Anomali Saat Produksi Berlimpah

Share
Harga Telur Anomali Saat Produksi Berlimpah
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melaporkan adanya anomali harga telur ayam kepada Presiden Prabowo Subianto. Hal ini diungkapkan saat Sidang Kabinet Paripurna, Rabu (21/10/2026).

Dalam laporannya, Amran menjelaskan bahwa produksi telur saat ini berlimpah dan mampu melakukan ekspor. Di sisi lain harga di tingkat peternak justru anjlok, dan harga di tingkat konsumen malah melonjak tinggi.

Dari catatannya, harga telur di tingkat peternak jatuh hingga Rp21.000 per kilogram. Sedangkan ditingkat konsumen harga telur telah melampaui harga eceran tertinggi (HET). Meski begitu menurutnya, persoalan ini sudah dibahas bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian serta pihak Kepolisian.

“Izin Bapak Presiden, kemarin ada inflasi sedikit. Kami diskusi dengan Pak Mendagri, Pak Tito, terima kasih, Pak, tiap hari Senin ada rapat inflasi. Ada anomali, izin Bapak Presiden, kami sudah diskusi dengan Pak Kapolri dengan Kabareskrim, itu ada anomali untuk ayam, telur,” katanya, mengutip siaran Sekretariat Presiden, Jumat (23/10/2026).

Amran mengatakan, telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan konsumsi telur untuk program Makan Bergizi Gratis. Frekuensi yang diminta menjadi 2 – 3 kali dalam seminggu.

Meski begitu, Amran bercerita, upaya itu belum mampu menahan penurunan harga ditingkat peternak, karena produksi yang melimpah.

Amran mengatakan penyebab hal ini masih ditelusuri pihaknya, karena harga ditingkat produksi dan konsumen tidak bergerak semestinya. Pemerintah juga telah meminta aparat penegak hukum untuk menindak pihak yang memainkan harga komoditas pangan.

“Tapi ternyata produksi karena melimpah, Bapak Presiden, masih turun. Tetapi harga di konsumen itu naik melebihi harga eceran tertinggi. Jadi ada anomali. Izin Bapak Presiden, kami sudah kirim surat ke Pak Kapolri agar semua yang bermain-main ditindak,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Amran juga melaporkan dugaan ketidakwajaran harga beras premium fortifikasi yang dijual hingga Rp56.000 per kilogram. Menurutnya dari hasil laboratorium di IPB menunjukkan harga semestinya produksi itu sekitar Rp13.000 per kilogram.

“Seperti kemarin, beras premium fortifikasi dijual Rp56.000, tetapi kami periksa di lab IPB ternyata harusnya harga Rp13.000, tapi dijual Rp56.000 per kilo. Dan ini tidak benar, Bapak Presiden,” katanya.

“Insyaallah dalam waktu dekat kami selesaikan. Terima kasih, Bapak Presiden,” tambahnya.

(dce)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *