Home Finance IHSG Ditutup Menguat 0,31%, Simak 5 Saham Pilihan Hari Ini
Finance

IHSG Ditutup Menguat 0,31%, Simak 5 Saham Pilihan Hari Ini

Share
IHSG Ditutup Menguat 0,31%, Simak 5 Saham Pilihan Hari Ini
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,31% ke level 5.282,31 pada perdagangan Rabu (28/10). Penguatan IHSG terutama ditopang saham BBCA yang naik 7,65%, ASII 7,99%, dan AMMN 3,72%. Di sisi lain, TLKM turun 3,27%, BRPT 6,79%, dan DSSA 5,80%.

Investor asing mencatatkan net buy Rp257,74 miliar di pasar reguler dan Rp664,24 miliar di seluruh pasar. Secara sektoral, hanya 3 dari 11 sektor yang berakhir di zona hijau. Sektor Health mencatat penguatan tertinggi sebesar 1,71%, sedangkan sektor Infrastructure menjadi yang tertekan paling dalam dengan penurunan 2,13%.

Di bursa Amerika Serikat (AS), mayoritas indeks utama juga ditutup menguat. Dow Jones naik 0,19% ke level 52.475, S&P 500 menguat 0,28% ke 7.743, dan Nasdaq naik 0,27% ke 26.549.

Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan ASII, BBCA, BUMI, BRPT, dan INDF sebagai pengecualian dari daftar efek yang dapat ditransaksikan melalui mekanisme short selling untuk November 2026. Kebijakan tersebut tidak memengaruhi aktivitas perdagangan reguler saham-saham tersebut. Adapun ETF EIDO dan MSCI Indonesia masing-masing menguat 1,06% dan 2,13%.

Dari sisi emiten, PT Indosat Tbk (ISAT) membukukan laba bersih Rp4,92 triliun hingga kuartal III-2026 atau 9M26, naik 37,20% secara tahunan dibandingkan Rp3,59 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 11,10% YoY menjadi Rp45,75 triliun. Pertumbuhan laba usaha tercatat lebih tinggi, yakni 25,50% YoY menjadi Rp9,84 triliun, seiring total beban yang hanya meningkat 7,80%.

Dari sisi segmen, bisnis seluler masih menjadi kontributor pendapatan terbesar dengan pertumbuhan 9,50% YoY menjadi Rp37,85 triliun. Sementara itu, segmen multimedia, komunikasi data, dan internet (MIDI) mencatat pertumbuhan paling tinggi, yakni 20,70% YoY menjadi Rp7,24 triliun.

Di sisi lain, PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) turut menambah armadanya dengan membeli satu unit kapal bulk carrier bernama Union Lotus dari Coastline Shipping Limited (CSL) senilai US$25,60 juta atau sekitar Rp457,11 miliar.

Pembelian kapal dilakukan untuk menambah kapasitas armada di tengah keterbatasan jumlah kapal dalam memenuhi permintaan pelanggan. Setelah transaksi, kapal tersebut akan disewakan kembali kepada CSL melalui skema time charter jangka panjang. CSL merupakan pihak ketiga yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan HATM.

Transaksi tersebut tergolong material karena nilainya setara dengan 27,92% dari ekuitas perseroan. Meski demikian, transaksi tidak memerlukan persetujuan RUPS. Berdasarkan proforma per 30 Juni 2026, transaksi akan menurunkan aset lancar sebesar 24,76% dan meningkatkan aset tidak lancar sebesar 33,36% seiring pengalihan dana menjadi aset kapal.

Pendapatan dari kontrak time charter tersebut berpotensi menambah pendapatan berulang HATM di atas basis pendapatan 9M26 sebesar Rp839,65 miliar. Namun, besaran kontribusi tambahan tersebut belum dapat dihitung karena tarif dan tenor sewa belum diungkapkan.

Selanjutnya, ada PT Nexai Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) akan melaksanakan Penawaran Umum Terbatas I atau rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 285,73 juta saham baru dengan nilai nominal Rp20 per saham.

Dalam aksi korporasi tersebut, setiap pemegang 100 saham lama akan memperoleh hak atas 15 HMETD dengan harga pelaksanaan Rp8.880 per saham. Dengan skema tersebut, MGLV berpotensi menghimpun dana maksimal Rp2,54 triliun.

Dana hasil rights issue akan dialokasikan sekitar Rp1,57 triliun untuk pengambilalihan piutang dan pelunasan sebagian pinjaman kepada NDC. Selanjutnya, Rp800 miliar akan digunakan sebagai setoran modal kepada anak usaha untuk pengembangan AI data center di Batang dan Cikarang. Sisa dana akan digunakan sebagai modal kerja.

Pemegang saham utama MGLV, PT Nextier Datamate Center (NDC), yang memiliki 62,71% saham, akan melaksanakan seluruh haknya senilai Rp1,59 triliun. Aksi tersebut tidak disertai pembeli siaga. Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya berpotensi mengalami dilusi maksimal 13,04%.

Adapun cum date HMETD di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 4 November 2026, dengan recording date pada 6 November 2026. Sementara itu, periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD akan berlangsung pada 10-23 November 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. 

(ayh/ayh)

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *