Home Finance IHSG Sesi I Anjlok 1,11%, Bayan Resources (BYAN) Jadi Beban Utama
Finance

IHSG Sesi I Anjlok 1,11%, Bayan Resources (BYAN) Jadi Beban Utama

Share
IHSG Sesi I Anjlok 1,11%, Bayan Resources (BYAN) Jadi Beban Utama
Share




Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot lebih dari 1% sepanjang perdagangan sesi I siang ini, Selasa (22/9/2026). IHSG anjlok 71,16 poin atau 1,11% ke level 6.313,57.

Sepanjang perdagangan sesi I, IHSG melemah karena 537 saham melemah, 269 saham stagnan dan hanya 157 saham yang naik.

Pemberat IHSG siang ini dibebani oleh sektor energi yang anjlok 3,07%, diikuti oleh sektor real estate yang turun 1,5%, dan sektor utilitas yang turun 1,2%.

Volume perdagangan mencapai 19,64 miliar saham, dengan frekuensi transaksi mencapai 1.249 ribu kali dengan nilai transaksi sebanyak Rp7,97 triliun.

Padahal, IHSG sempat tercatat dibuka menguat pada level 6.392,34 hingga mencapai level tertinggi harian 6.423,84. Namun, tekanan jual kemudian membawa IHSG berbalik arah hingga menyentuh level terendah di 6.277,68.

Setelah menyentuh titik terendah tersebut, IHSG sempat mengalami pemulihan dan bergerak kembali ke kisaran 6.300. Meski demikian, penguatan tersebut belum mampu membawa indeks kembali ke level pembukaan. Pada posisi terakhir yang ditampilkan, IHSG berada di level 6.313,57, atau masih mencatatkan penurunan 1,11%.

Mengutip Stockbit, dari sisi aktivitas transaksi, perdagangan saham pada hari tersebut mencatatkan total volume mencapai 206,30 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp7,99 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,36 juta kali.

Jika dirinci berdasarkan pasar reguler, transaksi saham tercatat sebanyak 202,75 juta lot dengan nilai mencapai Rp7,80 triliun. Frekuensi transaksi di pasar reguler mencapai sekitar 1,36 juta kali.

Sementara itu, transaksi pada pasar negosiasi tercatat sebesar 3,54 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp187,00 miliar. Frekuensi transaksi di pasar negosiasi tercatat sebanyak 150 kali.

Sedangkan transaksi pada pasar tunai relatif kecil dibandingkan pasar reguler maupun negosiasi. Volume transaksi di pasar tunai tercatat sebanyak 294 lot, dengan nilai mencapai Rp33,48 juta dan frekuensi sebanyak 21 kali.

Adapun saham-saham pemberat utama IHSG adalah PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dengan bobot 16,71 poin. BYAN tercatat turun 7,81% dan kembali ke level 12.100 setelah pada akhir pekan lalu sempat parkir di 13.825. 

Kemudian diikuti PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang berkontribusi -8,76 poin. PT. Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT. Bumi Resources Tbk (BUMI) juga ikut masuk dalam daftar pemberat IHSG. 

Sementara saham-saham penopang koreksi IHSG siang ini antara lain, PT. Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT. Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT. Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT. Indosat Tbk (ISAT), dan PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).

Adapun pasar keuangan Indonesia pada Selasa (22/9/2026) akan mencermati perkembangan perang di Timur Tengah serta sejumlah agenda dari dalam negeri. Melonjaknya Wall Street hingga Bitcoin diharapkan bisa menjadi sentimen positif bagi IHSG dan rupiah.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mulai menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) September pada Selasa (22/9/2026). Rapat berlangsung selama dua hari, dengan keputusan suku bunga acuan atau BI Rate dijadwalkan diumumkan pada Rabu (23/9/2026).

Pengumuman kali ini akan menjadi yang pertama bagi Destry Damayanti sejak dilantik sebagai Gubernur BI definitif pada 2 September. Berdasarkan konsensus pasar, BI diperkirakan kembali mempertahankan BI Rate di level 5,75%. Suku bunga deposit facility dan lending facility juga diperkirakan tetap, masing-masing sebesar 4,75% dan 6,5%.

Dalam RDG Agustus, BI mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%.

(rob/rob)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *