Home Finance IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,28% ke Level 6.210
Finance

IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,28% ke Level 6.210

Share
IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,28% ke Level 6.210
Share




Jakarta,CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 7 Oktober 2026. IHSG berada di level 6.210,42, naik 17,49 poin atau 0,28%.

Dari sisi aktivitas perdagangan, sebanyak 302 saham menguat, 51 melemah dan 306 lainnya stagnan. Volume transaksi tercatat sebanyak 3,98 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 621 miliar yang berpindah tangan sebanyak 109.705 kali.

Kenaikan pada awal sesi ini, melanjutkan penguatan IHSG yang dicatatkan sejak akhir pekan lalu di mana indeks naik 0,46% atau menguat 27,38 poin ke level 6.036, lalu berlanjut pada perdagangan Senin (4/10) IHSG melesat 1,36% ke level 6.118,86 dan Selasa (6/10) kemarin kembali melonjak 1,21% ke 6.192,93.

Sentimen pasar pada Rabu (7/10/2026) akan dipengaruhi perkembangan sektor eksternal dan arah kebijakan moneter global. Kemarin, pelebaran defisit perdagangan Amerika Serikat menjadi perhatian, sementara kenaikan proyeksi pertumbuhan Indonesia memberi kabar positif dari dalam negeri.

Hari ini, investor menantikan laporan cadangan devisa Indonesia untuk menilai ketahanan eksternal dan ruang stabilisasi rupiah.

Perhatian kemudian beralih ke risalah rapat The Fed yang terbit dini hari besok dan berpotensi memengaruhi dolar, obligasi, serta pasar saham.

Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) September yang dijadwalkan terbit dini hari besok pukul 01.00 WIB.

Dokumen ini akan menjelaskan pembahasan di balik keputusan The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 3,75%-4,00%, kenaikan pertama sejak 2023.

Investor akan mencari petunjuk mengenai persistensi inflasi dan seberapa besar dukungan pejabat terhadap pengetatan lanjutan. Proyeksi September menunjukkan 16 dari 18 pejabat melihat kemungkinan setidaknya satu kenaikan tambahan sebesar 25 basis poin tahun ini.

Nada yang lebih ketat berpotensi menopang dolar dan menekan aset berisiko. Sebaliknya, penekanan pada risiko perlambatan dapat meredakan kekhawatiran pasar. Risalah bukan keputusan suku bunga baru, tetapi dapat mengubah ekspektasi kebijakan berikutnya.

Sementara itu, bursa saham Asia bergerak variatif pada perdagangan Rabu, (7/10/2026). Pergerakan ini berbanding terbalik dengan Wall Street seiring dengan perkembangan imbal hasil obligasi Amerika Serikat.

Indeks Nikkei 225 Jepang cenderung datar, sementara Kospi Korea Selatan turun 0,57%. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 juga melemah 0,13%.

(fsd/fsd)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *