
Jakarta, CNBC Indonesia – Industri drama Korea, K-drama atau drakor, di ambang kolaps. Sebanyak 12 pelaku industri mendesak bantuan segera dari pemerintah untuk berinvestasi dan mendukung produksi drama televisi Korea.
K-drama sukses meraih popularitas global sejak pandemi Covid-19 pada 2020 lalu. Namun, menurut laporan Reuters, jumlah produksi K-drama justru turun sekitar 30% dari 141 judul pada tahun 2022, menurut Asosiasi Produksi Drama Korea (Korea Drama Production Association).
Asosiasi menyatakan bahwa tiga jaringan penyiaran TV lokal telah memangkas jumlah produksi drama dari 91 judul pada 2012 menjadi 32 judul pada 2023. Bahkan, beberapa saluran televisi telah berhenti menayangkan drama pada hari kerja sama sekali.
Pelaku industri mengaitkan penurunan produksi K-drama dengan meningkatnya biaya produksi, yang menurut mereka disebabkan oleh persaingan dengan platform streaming global yang memiliki pendanaan kuat, berkurangnya kapasitas lembaga penyiaran untuk berinvestasi, serta sulitnya mendapatkan hak kekayaan intelektual.
Mereka menyatakan bahwa pendapatan dari iklan saja tidak lagi mampu menutup biaya produksi, sehingga pengurangan jumlah tayangan menjadi pilihan yang rasional bagi lembaga penyiaran.
Asosiasi juga mengkritik rancangan anggaran pemerintah tahun 2027, yang akan memangkas pendanaan untuk sektor penyiaran dan video di bawah kementerian kebudayaan sebesar 4,5 miliar won atau sekitar Rp60 miliar.
(hsy/hsy)
Leave a comment