
Daftar Isi
Jakarta, CNBC Indonesia – Mangifera Indica L. atau mangga merupakan buah tropis primadona yang ketersediaannya sangat melimpah di Indonesia, terutama pada periode Oktober hingga Desember. Di balik kesegarannya, buah ini sering dijuluki sebagai buah super karena menyimpan nutrisi yang sangat esensial bagi tubuh.
Mengutip Beautinesia, CNN, dan Vietnam.vn, Sabtu (10/10/2026), konsumsi mangga nyatanya memberikan dampak yang luar biasa bagi kesehatan manusia. Kendati demikian, buah ini juga memiliki aturan konsumsi yang wajib dipatuhi terkait pantangan makanan pendamping dan kondisi medis tertentu. Berikut adalah 4 manfaat utama mangga beserta aturan konsumsinya.
Mengontrol Gula Darah
Meski dikenal sebagai buah yang sangat manis, mangga secara mengejutkan dapat membantu mengontrol gula darah bagi orang yang berisiko diabetes. Ahli gizi Scott Keatley membeberkan bahwa cara gula mangga masuk ke aliran darah sangat berbeda dibandingkan dengan camilan olahan.
“Sekitar 13 gram gula dari mangga langsung masuk ke dalam darah, sementara sebagian besar dari sisanya disaring terlebih dahulu oleh hati,” jelas Keatley.
“Jadi, hanya sebagian yang langsung masuk dalam sirkulasi,” paparnya.
Hal ini turut dibantu oleh kandungan serat, air, dan polifenol yang meredam lonjakan glukosa.
Mendukung Kekebalan Tubuh dan Kulit
Mangga secara alami sangat kaya akan vitamin C yang berperan sentral dalam fungsi kekebalan tubuh dan pembentukan kolagen. Selain itu, buah manis ini menyediakan beta-karoten yang akan diubah tubuh menjadi vitamin A guna mendukung kesehatan kulit secara menyeluruh.
“Kita butuh vitamin A, C, dan E untuk menjaga kesehatan kulit. Mendapatkannya dari makanan utuh seperti mangga jauh lebih baik ketimbang suplemen,” ujar ahli gizi Carly Sedlacek.
Menjaga Kelancaran Pencernaan
Rutin mengonsumsi mangga dapat sangat membantu dalam menjaga kelancaran sistem pencernaan berkat tingginya kadar air dan serat di dalamnya. Pola makan tinggi serat ini terbukti sangat efektif untuk mengatasi sembelit dan perut kembung, serta menyeimbangkan mikrobioma bakteri baik di dalam usus.
Menghidrasi Tubuh
Mengonsumsi mangga segar setiap hari adalah cara termudah untuk meningkatkan asupan nutrisi buah sekaligus menjaga tingkat hidrasi tubuh secara optimal.
“Dengan kandungan air sebesar 75-85%, mangga sangat baik untuk hidrasi tubuh, menjadikannya pilihan tepat di musim panas yang terik,” tutur ahli gizi Violeta Morris.
Berdasarkan ulasan CNN, terdapat sejumlah makanan dan minuman yang pantang dikonsumsi secara bersamaan dengan mangga untuk menghindari masalah pencernaan dan lonjakan gula darah:
* Yogurt: Mangga cenderung menghasilkan panas di dalam tubuh, sedangkan yogurt memiliki sifat yang sebaliknya, sehingga memicu ketidakseimbangan pencernaan.
* Es krim: Perbedaan suhu ekstrem antara es krim dan mangga dapat mengganggu proses kelancaran pencernaan normal.
* Buah jeruk: Menggabungkan mangga dengan jeruk dapat merusak keseimbangan pH tubuh dan berdampak buruk pada lambung.
* Minuman bersoda: Keduanya sangat tinggi kandungan gula, sehingga mengonsumsinya secara bersamaan hanya akan memicu lonjakan gula darah mendadak.
* Seblak atau makanan pedas: Perpaduan ini secara drastis meningkatkan panas tubuh dan menghambat pencernaan, sangat berbahaya bagi penderita asam lambung.
* Kopi: Kandungan kafein yang tinggi pada kopi terbukti dapat menghambat proses penyerapan nutrisi sehat dari buah mangga.
* Gorengan: Kandungan lemak yang tinggi pada gorengan akan menyebabkan masalah gastrointestinal dan memperlambat pencernaan jika dipadukan dengan mangga.
Kelompok Orang yang Wajib Hindari Makan Mangga
Berdasarkan rilis Vietnam.vn, meskipun mangga bergizi tinggi, terdapat lima kelompok orang yang tidak cocok dan sangat dilarang mengonsumsinya secara sembarangan:
– Penderita penyakit ginjal: Mangga sangat kaya akan kalium yang dapat membebani ginjal. Mengonsumsinya secara berlebihan, terutama bersama makanan yang “menghangatkan”, dapat memperburuk nefritis dan bahkan mengancam nyawa.
– Pasien diabetes: Mengingat lebih dari 90% kalori mangga berasal dari glukosa dan fruktosa, penderita diabetes wajib membatasi asupan maksimal 200-300 gram per hari dan sangat disarankan untuk hanya memilih mangga hijau.
– Orang dengan masalah perut atau diare: Serat tinggi dapat memperburuk diare, sementara kandungan getah dan tingginya vitamin C pada mangga matang dapat memicu nyeri, refluks asam lambung, hingga pendarahan lambung.
– Penderita asma: Komponen alergenik yang terdapat dalam mangga dapat memicu iritasi tenggorokan, batuk parah, sesak napas, hingga serangan asma yang mengancam jiwa.
– Penderita alergi atau penyakit kulit: Sifat lembap-dingin mangga berdampak buruk pada jerawat dan luka bernanah. Penderita yang alergi terhadap urushiol pada mangga juga sangat rentan mengalami syok anafilaksis fatal.
(dce)
Leave a comment