
Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan realisasi investasi Indonesia tembus Rp 528,7 triliun pada kuartal III-2026.
Adapun, nilai tersebut tumbuh 7,6% secara tahunan atau year on year (yoy). Realisasi investasi pada kuartal III-2026 lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada kuartal I-2026 sebesar Rp 498,79 triliun dan kuartal II-2026 sebesar Rp 511,8 triliun.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan penyerapan tenaga kerja Indonesia mencapai 745.634 orang pada kuartal III-2026.
Penyerapan tenaga kerja ini muncul seiring dengan realisasi investasi yang mencapai Rp528,7 triliun pada kuartal III-2026. Dalam hal ini, angka penyerapan tenaga kerja naik 7,06% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan 696.478 pada periode yang sama tahun lalu.
Secara keseluruhan, total penyerapan tenaga kerja Indonesia mencapai 2,19 juta orang pada Januari-September 2026. Penyerapan ini terjadi dengan adanya realisasi investasi Rp1.539,2 triliun pada Januari-September 2026. Namun, pemerintah tidak mengelaborasi dengan lengkap subsektor atau proyek investasi dengan penyerapan tenaga kerja paling besar.
“Total penyerapan tenaga kerja itu mencapai 2.194.496 orang,” ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani dalam konferensi pers, dikutip Selasa (20/10/2026).
Di sisi lain, Rosan mengatakan terdapat lima subsektor dengan realisasi investasi penanaman modal dalam negeri dan penanaman modal asing terbesar sepanjang tahun berjalan.
Misalnya, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar Rp269,2 triliun; jasa lainnya seperti pusat data dan lain-lain sebesar Rp195,7 triliun; transportasi, gudang dan telekomunikasi sebesar Rp154,4 triliun. Selanjutnya, pertambangan sebesar Rp143,7 triliun; dan perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar Rp120,4 triliun.
(haa/haa)
Leave a comment