Home Finance Jelang HUT TNI ke-81, Seberapa Kuat Militer Indonesia di ASEAN?
Finance

Jelang HUT TNI ke-81, Seberapa Kuat Militer Indonesia di ASEAN?

Share
Jelang HUT TNI ke-81, Seberapa Kuat Militer Indonesia di ASEAN?
Share


Jakarta, CNBC Indonesia – Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-81 pada Senin (5/10/2026). Menjelang momentum tersebut, menarik melihat seberapa besar kekuatan militer Indonesia jika dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara.

Selama lebih dari delapan dekade, kemampuan pertahanan Indonesia terus diperkuat, baik melalui penambahan dan pengembangan personel, modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), maupun peningkatan kekuatan di darat, laut, dan udara.

Lantas, seberapa kuat militer Indonesia dibandingkan negara-negara tetangga?

Berdasarkan pemeringkatan terbaru Global Firepower (GFP) 2026, Indonesia menempati posisi pertama sebagai negara dengan kekuatan militer terbesar di Asia Tenggara.

Pada tingkat global, Indonesia berada di peringkat ke-13 dari 145 negara dengan skor PowerIndex sebesar 0,2582. Posisi Indonesia berada tepat di bawah Jerman yang menempati peringkat ke-12 dan di atas Pakistan serta Israel yang masing-masing berada di posisi ke-14 dan ke-15.

Global Firepower menggunakan lebih dari 60 indikator dalam menyusun peringkat tersebut. Penilaiannya mencakup jumlah personel, kekuatan udara, darat dan laut, kemampuan keuangan, sumber daya alam, logistik, hingga kondisi geografis.

Semakin mendekati angka 0, semakin kuat kemampuan militer konvensional suatu negara dalam penghitungan GFP. Sejumlah data yang digunakan merupakan estimasi apabila angka resmi tidak tersedia.

Indonesia Pimpin Asia Tenggara

Indonesia berada di posisi tertinggi di antara negara-negara Asia Tenggara.

Vietnam menjadi negara dengan posisi terdekat. Negara tersebut memiliki skor PowerIndex 0,4066 dan berada di peringkat ke-23 dunia.

Thailand menyusul di peringkat ke-24 dunia dengan skor 0,4458. Setelahnya terdapat Singapura di peringkat ke-29, Myanmar ke-35, Filipina ke-41, serta Malaysia ke-42.


Adu Personel hingga Alutsista

Meski menjadi yang teratas secara keseluruhan, Indonesia bukan yang terbesar pada semua indikator.

Vietnam, Thailand, hingga Singapura masing-masing memiliki keunggulan pada beberapa sektor.

Vietnam, misalnya, memiliki 450.000 personel aktif serta sekitar 5 juta personel cadangan. Jumlah personel cadangan tersebut menjadi yang terbesar di dunia berdasarkan data GFP 2026.

Thailand unggul dari sisi jumlah pesawat militer. Negeri Gajah Putih tercatat mempunyai 496 pesawat, lebih banyak dibandingkan Indonesia yang memiliki 460 unit.

Sementara Singapura menjadi negara dengan anggaran pertahanan terbesar di kawasan, yakni sekitar US$18 miliar.


Vietnam juga cukup menonjol dari sisi kekuatan darat. Negara tersebut tercatat memiliki 1.999 tank, 69.914 kendaraan militer, serta jutaan personel cadangan.

Jumlah tank Vietnam hampir enam kali lipat dibandingkan Indonesia.

Thailand memiliki 744 tank dan 304 aset angkatan laut. Negara tersebut juga menjadi satu-satunya di Asia Tenggara yang menurut klasifikasi GFP memiliki kapal induk helikopter.

Sementara itu, Singapura lebih mengandalkan teknologi dan kemampuan keuangan.

Meski hanya memiliki sekitar 51.000 personel aktif, Singapura mempunyai 100 jet tempur. Jumlah tersebut jauh lebih banyak dibandingkan Indonesia yang tercatat memiliki 41 jet tempur.

Laut Jadi Salah Satu Kekuatan Indonesia

Salah satu kekuatan Indonesia yang paling menonjol berada di laut.

Global Firepower mencatat Indonesia memiliki 338 aset angkatan laut, terbanyak di Asia Tenggara. Jumlah tersebut sekaligus menempatkan Indonesia di peringkat kelima dunia dari sisi jumlah armada.

Armada tersebut terdiri atas 10 fregat, 26 korvet, empat kapal selam, 211 kapal patroli, serta 10 kapal penyapu ranjau.

Secara jumlah, armada Indonesia lebih besar dibandingkan Thailand yang memiliki 304 unit, Myanmar 239 unit, Filipina 127 unit, serta Vietnam 116 unit.

Namun, jumlah kapal tidak sepenuhnya menggambarkan daya tempur sebuah angkatan laut. Perhitungan tersebut juga memasukkan kapal patroli dan berbagai kapal pendukung.

Jika dihitung berdasarkan tonase, armada laut Indonesia mencapai sekitar 324.754 ton dan berada di peringkat ke-11 dunia.

Besarnya kekuatan laut tersebut tidak lepas dari kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah perairan yang sangat luas.

Indonesia juga tercatat memiliki 123 pelabuhan dan terminal perdagangan, serta armada kapal niaga sebanyak 11.422 unit. Jumlah kapal niaga tersebut menjadi yang terbesar di antara 145 negara yang dinilai Global Firepower.

kekuatan laut Indonesia juga bertambah dengan hadirnya KRI Sriwijaya-100, kapal induk pertama yang memperkuat TNI AL.

Kapal yang sebelumnya bernama ITS Giuseppe Garibaldi milik Angkatan Laut Italia itu memiliki panjang sekitar 180 meter dan dapat mengoperasikan helikopter serta drone. Kehadirannya menambah kemampuan TNI AL, baik untuk operasi pertahanan maupun misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.




Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi tiba di perairan Indonesia setelah berlayar dari Italia pada 24 Agustus 2026. (Instagram/tni_angkatan_laut)Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi tiba di perairan Indonesia setelah berlayar dari Italia pada 24 Agustus 2026. (Instagram/tni_angkatan_laut) Foto: Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi tiba di perairan Indonesia setelah berlayar dari Italia pada 24 Agustus 2026. (Instagram/tni_angkatan_laut)

Lebih dari 1 Juta Personel

Dari sisi sumber daya manusia, Indonesia memiliki sekitar 404.500 personel aktif, 401.000 personel cadangan, serta 250.000 personel paramiliter.

Jika ketiganya digabungkan, jumlah personel militer dan paramiliter Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 1,06 juta orang.

Dari sisi keuangan, GFP mencatat anggaran pertahanan Indonesia sebesar sekitar US$11,16 miliar.

Jumlah tersebut menjadi yang terbesar kedua di antara sembilan negara Asia Tenggara yang masuk dalam pemeringkatan, hanya berada di bawah Singapura.

Dengan dukungan jumlah penduduk yang besar, kekuatan laut, sumber daya alam, kemampuan ekonomi, serta jaringan logistik yang luas, Indonesia menempati posisi teratas sebagai kekuatan militer di Asia Tenggara dalam pemeringkatan Global Firepower 2026.

CNBC INDONESIA RESEARCH 

[email protected]

(evw/evw)

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *