Jakarta, CNBC Indonesia – Fenomena iklim super El Nino yang memicu kekeringan ekstrem membuat sebuah kampung yang telah lama hilang kini muncul kembali, bak bangkit dari kubur.
Kampung Somang sebelumnya tenggelam di dasar Bendungan Karian, Kabupaten Lebak, Banten. Namun penyusutan debit air di bendungan akibat kemarau panjang menyebabkan sisa-sisa permukiman warga yang sebelumnya ditenggelamkan demi proyek waduk kembali muncul ke permukaan.
Mengutip laporan CNN Indonesia, warga mulai meninggalkan Kampung Somang sejak 2023 untuk proses penggenangan waduk, meski bangunan di sana tidak dihancurkan secara total. Selain Kampung Somang, beberapa kawasan lain seperti Kampung Karian, Kampung Susukan, dan Kampung Cibolang juga mengalami hal serupa.
Suasana permukiman yang kembali muncul di kawasan Bendungan Karian yang mengering di Kampung Somang, Lebak, Banten, Kamis (30/7/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Foto: (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
|
Bendungan Karian resmi diresmikan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada Januari 2024. Memiliki daya tampung hingga 315 juta meter kubik dengan luas genangan mencapai 1.773 hektare, Bendungan Karian difungsikan untuk menopang kebutuhan air bagi masyarakat di wilayah Banten, DKI Jakarta, hingga sebagian Jawa Barat.
Muncul kembali
Tampilan dari drone memperlihatkan sisa-sisa rumah dan masjid Al Mujahiddin di Desa Somang yang muncul kembali setelah permukaan air di waduk Karian—yang memasok air untuk wilayah sekitarnya termasuk Jakarta—menurun akibat kekeringan berkepanjangan yang dipicu oleh fenomena El Nino, di Lebak, Provinsi Banten, Indonesia, 23 Oktober 2026. (REUTERS/Willy Kurniawan)
|
Pada Juli 2026, air bendungan yang terus surut menyingkap deretan rumah warga yang hanya tersisa bagian dindingnya.
Selain dinding rumah tanpa atap yang muncul di tengah-tengah waduk, ada bangunan Masjid Al Mujahidin dengan kubah berwarna biru serta struktur menara yang masih lengkap.
Konon, tempat ibadah ini memiliki nilai sejarah panjang dan telah berdiri sejak era kolonialisme Belanda di Indonesia.
Sampai kapan kekeringan melanda?
Kekeringan yang tengah melanda banyak tempat di penjuru dunia saat ini dipicu oleh El Niño. fenomena peningkatan suhu di permukaan laut dengan intensitas yang sangat ekstrem, yang pada tahun ini telah memecahkan rekor. El Nino telah menyebabkan musim kemarau yang sangat panjang dan ekstrem di sejumlah wilayah di dunia. Di Indonesia, fenomena alam ini ditandai dengan musim panas berkepanjangan.
Para ahli iklim sendiri memperkirakan fenomena ini berlangsung pada September 2026 hingga Februari 2027.
Badan khusus PBB, World Meteorological Organization (WMO) mengungkapkan bahwa El Nino akan terus menguat sebelum mencapai puncak proyeksinya pada bulan Desember. Kondisi mengkhawatirkan ini akan merombak total pola cuaca serta memberikan dampak dahsyat pada ekonomi, ekosistem, dan masyarakat di seluruh dunia.
Menurut laporan Climate Impact Lab, dampak panas ekstrem akan dirasakan di berbagai belahan dunia, terutama negara-negara tropis, mulai dari Nigeria, Indonesia, Sudan, India hingga Brasil. Ancaman tersebut juga mencakup Amerika Serikat serta wilayah Sahel di Afrika dan Asia Tenggara.
(hsy/hsy)


Leave a comment