
Jakarta, CNBC Indonesia – Sebuah kapal yang membawa imigran Yahudi dari Maroko menuju Israel tenggelam di tengah laut pada Januari 1961. Tragedi tersebut menewaskan 44 orang dan menjadi salah satu peristiwa kelam dalam sejarah migrasi Yahudi dari Afrika Utara ke Israel.
Peristiwa itu menimpa kapal Egoz pada malam 10 Januari 1961. Kapal tersebut bertolak secara rahasia dari pesisir Al Hoceima, Maroko utara, menuju Gibraltar sebagai titik transit sebelum para penumpang melanjutkan perjalanan ke Israel.
Kala itu, mengutip situs Britannica, Maroko memiliki komunitas Yahudi terbesar di dunia Arab dengan populasi mencapai 270.000 orang. Namun, pengetatan aturan migrasi setelah negara itu merdeka membuat warga Yahudi yang ingin pindah ke Israel harus menempuh jalur rahasia.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kapal Egoz, yang dioperasikan oleh jaringan rahasia terkait dinas intelijen Israel, Mossad. Kapal itu membawa 44 orang, termasuk orang dewasa dan anak-anak.
Namun, pelayaran di tengah kegelapan malam tersebut tak pernah mencapai tujuan. Di tengah perjalanan, kapal dihantam badai dengan gelombang tinggi di perairan Laut Tengah. Kapal berukuran kecil itu kemudian mengalami masalah hingga akhirnya tenggelam.
Seluruh penumpang tewas dalam tragedi tersebut. Menurut laporan Jewish Telegraphic Agency (JTA), penyelidikan yang dilakukan Mossad menyimpulkan bahwa kecelakaan itu terjadi akibat serangkaian kesalahan operasional.
Mengutip The Jerussalem Post, Egoz merupakan kapal penangkap ikan berbahan kayu dengan panjang sekitar 12-14 meter. Kapal kecil tersebut digunakan untuk mengangkut puluhan orang dalam pelayaran rahasia. Kondisi kapal dan keterbatasan perlengkapan keselamatan membuat perjalanan itu semakin berisiko.
Kapal tersebut dilaporkan tidak dilengkapi sekoci, rakit penyelamat, pelampung, maupun pemancar radio. Dalam kondisi darurat di tengah laut, keterbatasan itu memperkecil peluang penumpang untuk menyelamatkan diri.
Dari 44 korban tewas, hanya 22 jenazah yang berhasil ditemukan. Jenazah tersebut kemudian dipindahkan ke Pemakaman Nasional Mount Herzl di Yerusalem pada 1992.
Tragedi Egoz menarik perhatian internasional terhadap praktik migrasi rahasia warga Yahudi dari Maroko ke Israel. Peristiwa itu juga menjadi bagian penting dari perubahan mekanisme emigrasi komunitas Yahudi Maroko.
Agar tak terjadi kejadian serupa, pada akhir 1961, Israel dan Maroko menjalin kesepakatan dan menjalankan Operasi Yakhin yakni perpindahan warga Yahudi Maroko ke Israel dalam skala besar. Melalui operasi tersebut, puluhan ribu orang kemudian meninggalkan Maroko pada periode 1961-1964.
(mfa/mfa)
Leave a comment