Home Finance Kebohongan Besar TikTok Dituduh Membuat Remaja Pria Sampai Bunuh Diri
Finance

Kebohongan Besar TikTok Dituduh Membuat Remaja Pria Sampai Bunuh Diri

Share
Kebohongan Besar TikTok Dituduh Membuat Remaja Pria Sampai Bunuh Diri
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Klaim keamanan dan perlindungan anak yang selama ini disampaikan TikTok kini diragukan kebenarannya. Sebuah gugatan resmi dari negara bagian New York menuduh raksasa media sosial itu melakukan penipuan terstruktur yaitu menguji fitur perlindungan dengan cara yang menyesatkan, sehingga pengguna merasa terlindungi padahal tidak ada perubahan nyata yang terjadi, dikutip Jumat (9/10/2026).

Dalam dokumen gugatan, disebutkan bahwa TikTok menggunakan apa yang disebut uji coba plasebo atau eksperimen “gaib” saat mengembangkan fitur keamanan. Pengguna diberi tahu bahwa fitur perlindungan telah diaktifkan di akun mereka, padahal sistem di balik layar tidak berubah sama sekali. Mereka tetap melihat konten yang sama persis seperti tanpa perlindungan.

Salah satu fitur yang dipermasalahkan adalah Algo Refresh. TikTok menyebut fitur ini akan menyegarkan dan mengatur ulang sistem rekomendasi video agar tidak menampilkan konten berbahaya atau memicu kebiasaan buruk. Namun kenyataannya, perubahan itu hanya sementara dan tidak berdampak nyata dalam jangka panjang.

Laporan internal yang dikutip dalam gugatan mengungkapkan bahwa pada tahun 2023, TikTok membagi pengguna secara acak ke dalam kelompok uji coba. Sebagian mendapat fitur perlindungan, sebagian lain justru dengan sengaja dinonaktifkan alat pengaman di akun mereka meskipun mereka tidak mengetahuinya.

Akibatnya, seorang remaja laki-laki di New York yang menjadi bagian dari eksperimen tersebut diperlihatkan berulang kali konten yang mempromosikan tindakan menyakiti diri sendiri hingga bunuh diri. Ia kemudian ditemukan meninggal dunia. Kasus ini menjadi bukti paling kelam bahwa ketidakjujuran dalam pengujian tidak sekadar soal data, melainkan soal nyawa manusia.

Menanggapi tuduhan tersebut, juru bicara TikTok menyatakan bahwa pengujian produk adalah hal yang wajar dilakukan semua perusahaan teknologi.

“Kami terus melakukan peningkatan pada platform kami, seperti kebanyakan perusahaan, kami menguji produk dan fitur baru secara teratur untuk memvalidasi pengalaman dan memahami cara kerjanya di dunia nyata,” ujarnya dikutip Reuters.

Namun penjelasan ini tidak menjawab tuduhan inti. Kenapa pengguna diberi tahu bahwa mereka dilindungi, padahal sistemnya dibiarkan terbuka?

Di Indonesia, pengguna TikTok mencapai puluhan juta dan didominasi kalangan usia muda, praktik ini memicu kekhawatiran besar.

(dem/dem)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *