Home Finance Kepala BNPB Ungkap 5 Provinsi Prioritas Penanganan Karhutla, Ada Jambi
Finance

Kepala BNPB Ungkap 5 Provinsi Prioritas Penanganan Karhutla, Ada Jambi

Share
Kepala BNPB Ungkap 5 Provinsi Prioritas Penanganan Karhutla, Ada Jambi
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi mengungkapkan terdapat lima provinsi prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat ini. Hal tersebut diungkapkan Kristomei dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Menurut dia, sejak dilantik pada tanggal 15 Oktober 2026, BNPB memperbaiki metode penghitungan karhutla dengan menggunakan citra satelit.

“Hari ini terjadi penurunan di beberapa tempat dari lima provinsi prioritas. Awalnya enam provinsi, bapak, tapi di Riau sudah kami keluarkan karena di Riau tidak ada pemunculan titik api lagi, sehingga ada lima provinsi prioritas hari ini. Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Kalimantan Barat. Dan untuk yang mengalami kenaikan, bapak, itu adalah di Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi hari ini, pak, tapi tidak terlalu signifikan,” kata Kristomei.

Ia memastikan, BNPB terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan lainnya seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN). Kristomei pun telah mengunjungi Sumsel, Kalteng, dan Kalsel untuk melihat langsung penanganan karhutla.

“Dan tentunya kami mengucapkan terima kasih, bapak, atas dedikasi prajurit TNI-Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api yang ada di lapangan, mereka terus bekerja keras, bapak,” ujar Kristomei.

“Dan laporan dari beberapa pemerintah daerah sangat mendukung adanya batalyon teritorial pembangunan, bapak, sangat terbantu karena merekalah yang bisa kita kerahkan secara cepat dan militan di lapangan,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Kristomei juga menyinggung penggunaan dry ice dalam penanganan karhutla. Ia mengeklaim hal tersebut efektif sekaligus memperbaiki jarak pandang.

“Dari tanggal 20 Oktober itu ada 3.900 kilogram yang sudah kita semai dengan menggunakan lima sorti (penerbangan penyemaian). Kemudian di Sumatera Selatan ada 800 kg satu sorti, bapak,” kata Kristomei.

“Sehingga ada penurunan PM (Particulate Matter/Partikel Materi), PM 2,5 turun. Kemudian jarak pandang atau visibility dari di Palembang saja bisa dari 700 meter menjadi 7.000 meter, bapak,” lanjutnya.

(miq/miq)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *