Home Finance Kepala KSP Dudung Turun Tangan Benahi Masalah Lahan Migas
Finance

Kepala KSP Dudung Turun Tangan Benahi Masalah Lahan Migas

Share
Kepala KSP Dudung Turun Tangan Benahi Masalah Lahan Migas
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman ikut turun tangan mengintervensi penyelesaian berbagai hambatan operasional di industri hulu minyak dan gas bumi (migas), khususnya terkait sengketa pemanfaatan lahan.

Dudung melakukan mediasi antara kementerian, pemerintah daerah, dan pelaku usaha energi sebagai salah satu upayanya. Dia menegaskan, pihaknya akan mencari jalan keluar atas hambatan operasional di industri hulu migas, sehingga cadangan migas di berbagai wilayah Indonesia dapat segera diproduksi secara maksimal.

“Jadi sumbatan-sumbatan kalau boleh saya ceritakan, sebelum ini saya menyelesaikan di Muara Enim ada sekian tahun sumur gas yang tidak bisa diolah, kemudian karena harus komunikasikan dengan pemerintah daerah, kehadiran saya ke sana kemudian bisa dikomunikasikan dan itu tuntas,” ungkapnya dalam program Mining Zone CNBC Indonesia, dikutip Selasa (4/8/2026).

Selain itu, dirinya juga menyebut upaya penyelesaian isu lahan hulu migas di wilayah Bojonegoro, Jawa Timur, khususnya terkait pemanfaatan Lahan Baku Sawah (LBS) yang dilindungi.

Melalui mediasi KSP, menurutnya kendala administratif pada lahan yang memiliki potensi produksi minyak hingga 25.000 barel per hari (bph) tersebut akhirnya berhasil diselesaikan secara tuntas.

“Termasuk di Bojonegoro juga, masalah luas lahan sawah dilindungi terus LBS (lahan baku sawah) tapi di situ ada kandungan minyak yang mengandung 25.000 barel tiap hari tapi ini sulit diselesaikan akhirnya kami datang sana kita tuntas selesai. Nah seperti itulah yang kita lakukan,” katanya.

Menurutnya, sektor energi dan pertambangan menjadi prioritas dalam strategi nasional KSP untuk jangka waktu satu tahun ke depan. Upaya pemangkasan birokrasi terus dilakukan pihaknya agar eksplorasi dan produksi migas tidak merugikan kepentingan ekonomi negara maupun para pelaku usaha di lapangan.

“Masalah pertambangan kemudian masalah ketahanan pangan, itu yang menjadi prioritas bagi kita. Ya kalau pertambangan itu tadi yang saya katakan jadi kita pangkas birokrasi sehingga kemudian tidak merugikan semua beberapa pihak,” tandasnya.

(wia)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *