Home Finance Kiamat Driver Online Mendekat ke Wilayah RI, Tinggal Tunggu Waktu
Finance

Kiamat Driver Online Mendekat ke Wilayah RI, Tinggal Tunggu Waktu

Share
Kiamat Driver Online Mendekat ke Wilayah RI, Tinggal Tunggu Waktu
Share




Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan kendaraan otonom asal China, WeRide, mengumumkan rencana ekspansi agresif ke sejumlah negara di Asia, termasuk kawasan Asia Tenggara. Langkah ini berpotensi menjadi pintu masuk bagi penetrasi teknologi taksi tanpa pengemudi (robotaxi) ke wilayah Asia Tenggara.

Namun, belum jelas apakah ekspansi robotaxi yang mengancam profesi driver online ini akan turut meliputi Indonesia. 

Ekspansi ini dilakukan di tengah ketatnya persaingan perusahaan-perusahaan robotaxi asal China dalam memperluas pangsa pasar ke luar negeri. Mereka membidik sumber pertumbuhan baru sekaligus mendiversifikasi pendapatan, seiring teknologi kendaraan tanpa sopir yang kian mendekati tahap komersialisasi secara global.

CEO WeRide, Tony Han, mengungkapkan bahwa perusahaan tengah menjajaki beberapa pasar baru potensial, termasuk Australia, Korea Selatan, Jepang, dan Asia Tenggara.

“Di Australia, kami sedang berdiskusi dengan pihak regulator mengenai berbagai kemungkinannya,” ujar Han, dikutip dari Reuters, Jumat (14/8/2026).

Ia menambahkan bahwa Asia Tenggara, Korea Selatan, dan Jepang menjadi target ekspansi berikutnya. Di saat yang sama, WeRide juga intens bernegosiasi dengan sejumlah negara di Eropa.

Perusahaan yang berbasis di Guangzhou tersebut baru saja merambah pasar Denmark pada awal Agustus, melengkapi jejak operasinya di Eropa menjadi enam negara. Secara global, armada kendaraan otonom WeRide telah beroperasi di lebih dari 60 kota di 13 negara.

Tak hanya itu, layanan robotaxi kemudi kanan (setir kanan) juga siap mengudara secara komersial di Singapura dan Hong Kong-dua pasar yang memiliki karakteristik serta sistem lalu lintas serupa dengan mayoritas negara di Asia.

Han menegaskan komitmen WeRide untuk membangun ekosistem lokal di setiap wilayah operasional baru.

“Kami ingin merekrut tenaga kerja lokal, bekerja sama erat dengan pemerintah serta otoritas setempat, dan memaksimalkan kemitraan dengan pelaku industri lokal,” tegasnya.

Pendapatan Luar Negeri Melonjak 164%

Ekspansi internasional kini menjadi mesin pertumbuhan utama bagi WeRide. Berdasarkan laporan kinerja perusahaan yang dirilis Rabu lalu, pendapatan dari pasar luar negeri pada kuartal II melonjak hingga 164% secara tahunan (year-on-year/YoY). Angka ini jauh melampaui pertumbuhan total pendapatan kuartalan yang naik 82%.

Dari sisi keuangan, kerugian EBITDA WeRide tercatat menyusut 8,1% YoY pada kuartal II. Perusahaan membidik pencapaian arus kas positif dalam skala kuartalan pada 2028, dengan target titik impas (break-even point) tahunan diproyeksikan tercapai pada 2029.

Han menyebut perusahaan belum memiliki urgensi mendesak untuk menghimpun modal baru dalam waktu dekat.

“Saat ini kami tidak memiliki kebutuhan yang sangat mendesak untuk mencari pendanaan tambahan,” jelasnya, sembari memberi sinyal bahwa opsi suntikan modal tetap terbuka jika persyaratannya menguntungkan.

Hingga akhir Juli, armada robotaxi WeRide telah melampaui 1.800 unit. Jumlah ini merupakan bagian dari total 3.400 kendaraan otonom Level 4 yang dioperasikan perusahaan, termasuk robobus (bus otonom) dan robosweeper (kendaraan pembersih jalan otonom).

Pihak manajemen optimistis dapat menuntaskan target penyediaan 5.000 unit kendaraan otonom Level 4 pada akhir tahun ini, yang mencakup 2.600 unit robotaxi.

Selain tipe robotaxi yang dikembangkan bersama Geely Farizon, WeRide juga tengah merancang model robotaxi baru bersama GAC. Kolaborasi ini diharapkan dapat memangkas biaya produksi perangkat keras (hardware) secara signifikan.

Dalam jangka panjang, WeRide mematok target ambisius untuk mengoperasikan puluhan ribu robotaxi pada 2030, sebelum akhirnya melesat hingga 1 juta armada pada 2035.

Han menambahkan bahwa permintaan terhadap sistem bantuan mengemudi canggih (advanced driver-assistance systems/ADAS) dari produsen otomotif China maupun internasional terus menunjukkan tren kenaikan. Menurutnya, lini bisnis ini berpotensi menjadi ceruk pasar yang sangat menguntungkan bagi perusahaan di masa depan.

(fab/fab)

[Gambas:Video CNBC]

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *