
Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak sempat kembali menembus level USD100 per barel di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah dan Rusia-Ukraina. Kondisi ini turut mendorong kenaikan harga berbagai produk petrokimia mulai dari naphtha, benzene, paraxylene, ethylene glycol hingga berbagai jenis resin plastik.
Selengkapnya dalam program Closing Bell CNBC Indonesia (Selasa, 22/09/2026) berikut ini.
Leave a comment