Home Finance Modal Rp18 Juta Kini Cuan Rp625 Juta, Koperasi Desa Jadi Mesin Ekonomi
Finance

Modal Rp18 Juta Kini Cuan Rp625 Juta, Koperasi Desa Jadi Mesin Ekonomi

Share
Modal Rp18 Juta Kini Cuan Rp625 Juta, Koperasi Desa Jadi Mesin Ekonomi
Share



Banjarnegara, CNBC Indonesia – Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mendatangkan banyak manfaat bagi warga Desa Panerusan Wetan, Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah.

Berdasarkan penelusuran CNBC Indonesia, hadirnya KDMP di desa tersebut turut membantu para petani dan pelaku usaha mikro kecil dan menegah (UMKM).

Apalagi, masyarakat Desa Panerusan Wetan mayoritas mata pencahariannya yakni petani, baik petani padi, jagung, maupun kopi.

Panerusan Wetan adalah satu dari 15 desa yang ada di wilayah Kecamatan Susukan. Luas wilayahnya mencapai 2,99 km2 dengan jumlah penduduk 3.215 jiwa.




Sejumlah warga membeli kebutuhan di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Susukan, Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)Sejumlah warga membeli kebutuhan di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Susukan, Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata) Foto: Sejumlah warga membeli kebutuhan di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Susukan, Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Banyak masyarakat, terutama para petani dan UMKM mulai terbantu dengan adanya KDMP, mulai dari mudahnya pembelian pupuk hingga gas elpiji.

Salah satunya yakni Suhardi, petani padi di Desa Panerusan Wetan, di mana sejak adanya KDMP, ia mengaku kini lebih mudah mendapatkan pupuk subsidi untuk keperluan penanaman padinya. Bahkan, harga yang ditawarkan juga relatif terjangkau.

“Sejak ada Koperasi Desa Merah Putih di Desa Panerusan Wetan, kami sangat terbantu, jadi kalau mau beli pupuk, enggak usah jauh-jauh lagi, harga juga lebih murah,” kata Suhardi kepada CNBC Indonesia, Rabu (19/8/2026).

Suhardi mengaku sebelum adanya KDMP, Ia perlu mencari pupuk cukup jauh ke arah timur dari desa tersebut. Sebelum adanya KDMP, untuk mendapatkan pupuk dirinya harus ke Pasar Purwareja Klampok yang jaraknya sekitar 5 km dari Desa Panerusan Wetan.




Sejumlah warga membeli kebutuhan di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Susukan, Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)Sejumlah warga membeli kebutuhan di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Susukan, Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata) Foto: Sejumlah warga membeli kebutuhan di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Susukan, Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Harganya pupuk juga lebih mahal sebelum adanya KDMP, di mana harganya bisa lebih dari Rp8.000 per kg. Kini, pupuk sudah tersedia di KDMP dengan harga yang lebih murah yakni sekitar Rp8.000 per kg.

“Dulu sebelum ada KDMP, kami harus cari pupuk cukup jauh, harganya juga agak mahal, belum karena jauh, harus pakai motor,” terang Suhardi.

Pihaknya menambahkan, sebelum adanya KDMP, persyaratan untuk mengambil pupuk bersubsidi juga cukup rumit, di mana Ia harus memiliki Kartu Tani.

“Semenjak ada KDMP, kalau mau beli pupuk, tinggal beli saja, jadi makin mudah,” ujar Suhadi.

Tak hanya Suhadi sebagai petani, Eko, pelaku UMKM yang menjual kopi robusta juga mengaku terbantu dengan adanya KDMP di Desa Panerusan Wetan.

Sebelum adanya KDMP, Ia hanya menjual kopinya kepada pembeli kecil yang berada di sekitar rumahnya. Penjualannya pun masih cukup kecil yakni 3-5 kg per hari. Penghasilannya pun hanya mendapatkan Rp600.000 per hari.

“Sebelum ada KDMP, cuma laku ya 3-5 kg lah per hari, penghasilannya ya cuma Rp600.000 per hari,” kata Eko.




Sejumlah warga membeli kebutuhan di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Susukan, Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)Sejumlah warga membeli kebutuhan di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Susukan, Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata) Foto: Sejumlah warga membeli kebutuhan di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Susukan, Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Sejak adanya KDMP, penjualan kopinya pun meningkat menjadi 7 kg per hari. Penghasilannya pun meningkat drastis hingga Rp1,5 juta per hari

Menurut Pak Eko, tahun lalu ada orang dari Australia yang datang dan meminta produk tersebut dikirim ke Australia.

“Sejak ada KDMP, ada kenaikan penjualan, jadi 7 kg per hari, bahkan juga sempat ada permintaan dari Australia,” kata Eko.

Eko mengaku kopi yang diproduksi dan dijual berasal dari para petani di kawasan Pegunungan Sitata.




Sejumlah warga membeli kebutuhan di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Susukan, Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)Sejumlah warga membeli kebutuhan di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Susukan, Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata) Foto: Sejumlah warga membeli kebutuhan di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Susukan, Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Kecamatan Susukan memiliki potensi pertanian yang kuat berkat dukungan lahan subur, curah hujan yang memadai, serta ekosistem yang beragam.

Kondisi ini membuat sektor pertanian dan kehutanan menjadi penopang ekonomi lokal, dengan komoditas mulai dari padi, sayuran, dan hortikultura hingga tanaman perkebunan seperti kopi dan teh.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banjarnegara mencatat di antara tanaman perkebunan, kopi mendominasi. Jumlah tanaman kopi di Banjarnegara per 2023 mencapai 3,92 juta pohon atau 79% dari total tanaman perkebunan.




Jumlah tanaman perkebunan di Kabupaten BanjarnegaraJumlah tanaman perkebunan di Kabupaten Banjarnegara Foto: BPS

Susukan adalah salah satu sentra tanaman kopi dengan luas lahan mencapai 31,24 hektar.




Luas lahan perkebunan di BanjarnegaraLuas lahan perkebunan di Banjarnegara Foto: BPS

Sementara itu, Kepala KDMP Desa Panerusan Wetan Adi Wibowo mengatakan kehadiran KDMP tersebut disambut baik oleh masyarakat desa, terutama para petani dan UMKM.

“Kehadiran KDMP sangat membantu masyarakat di desa kami. Para petani kini tak perlu jauh-jauh ke Pasar Purwareja Klampok untuk mendapatkan pupuk, begitu juga masyarakat lainnya, kini sudah bisa membeli beras, gas elpiji dekat dengan rumahnya,” kata Adi.

Adi menjelaskan, pada awal pembentukan KDMP 17 Agustus 2025, modal awal yang disiapkan sebesar Rp18 juta. Pada November 2025, Ia memperoleh keuntungan sekitar Rp200 juta.

Bahkan setelah setahun berdiri, keuntungannya meningkat drastis menjadi Rp625 juta

“Modal awal di 17 Agustus tahun lalu, itu sekitar Rp18 juta, sekarang sudah mendapatkan keuntungan hingga Rp625 juta,” terang Adi.




Sejumlah warga membeli kebutuhan di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Susukan, Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)Sejumlah warga membeli kebutuhan di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Susukan, Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata) Foto: Sejumlah warga membeli kebutuhan di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Susukan, Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Anggota aktif KDMP Desa Panerusan Wetan juga kian bertambah. Jika pada tahun lalu mencapai 314 anggota, kini sudah mencapai 525 anggota.

“Alhamdulillah, kepercayaan itu masih terjadi hingga kini, sekarang KDMP di sini anggotanya sudah mencapai 525, termasuk para petani dan UMKM,” ujarnya.

Dengan kehadiran KDMP, sektor pertanian di Panerusan Wetan dan Kabupaten Banjarnegara diharapkan mampu semakin tumbuh pesat.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, selama lima tahun terakhir (2021-

2025) struktur perekonomian Banjarnegara ditopang oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan. Kontribusi pertanian terhadap PDB Banjaregara mencapai 27% lebih.




Ekonomi Banjarnegara sendiri terus tumbuh hingga mencapai 5,26% pada 2025 atau di atas angka nasional (5,11%).

Sekretaris Daerah Kabupaten Banjarnegara Hendro Cahyono SE, M.Si menjelaskan kopdes memiliki dua nilai strategis utama yakni menumbuhkan kembali nilai kekeluargaan dan gotong royong yang mulai memudar di masyarakat serta menghidupkan ekonomi desa.

“Koperasi dapat menjadi wadah untuk menghidupkan kembali semangat tersebut sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat,” ujarnya saat diwawancari CNBC.

Banjarnegara memiiki 20 kecamatan di mana masing-masing wilayah punya keunggulan, punya potensi yang berbeda-beda mulai dari sayuran, kopi, ternak, dan komoditas lainnya.

Seiring perkembangan digital dan teknologi, hasil pertanian di koperasi juga berkembang lebih maju.

Hendro menambahkan kini penjualan tidak harus dilakukan secara fisik. Digitalisasi dan penjualan online juga mulai dimanfaatkan. Bahkan, sejumlah KDMP sudah mulai menjalankan penjualan secara daring.

“Jadi (koperasi) tidak hanya menampung dan menampung ini kan sekarang bisa virtual dalam arti tidak barangnya di situ bisa membangun dengan digital dengan nya penjualan online sekarang sudah sudah mulai ada. Jadi digitalisasi juga kita manfaatkan untuk membangun koperasi itu.” Imbuhnya.

Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih di Panerusan Wetan menunjukkan bahwa koperasi tidak hanya berperan sebagai tempat transaksi ekonomi, tetapi juga dapat menjadi penggerak perekonomian masyarakat desa.

Kemudahan akses pupuk dan kebutuhan pokok membantu petani menekan biaya serta mempermudah kegiatan produksi, sementara pelaku UMKM mendapatkan peluang pasar yang lebih luas hingga menembus pasar ekspor.

Dengan demikian, KDMP berpotensi memperkuat rantai ekonomi desa dari produksi, distribusi hingga pemasaran, sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Source link

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *